Ketika Penjajah Belanda Takluk pada Santet Jawa

Ketika Penjajah Belanda Takluk pada Santet Jawa

ISR — Penulis Belanda Louis Couperus merekam kegelisahan kolonial terhadap dunia mistik Jawa melalui novel De Stille Kracht (1900).

Melalui karya ini, Couperus secara sengaja mengangkat fenomena yang orang Belanda sebut goena-goena, yakni sebuah kekuatan gaib yang, menurut pandangan mereka, tak bisa mereka lawan dan pada akhirnya hanya bisa mereka hadapi dengan sikap diam.

Rasionalitas Barat Berhadapan dengan Dunia Gaib

Pada masa kolonial, keberadaan goena-goena menempatkan orang Belanda dalam dilema berkepanjangan: mereka harus memilih antara percaya atau menolak percaya. Di satu sisi, mereka menjunjung tinggi rasionalitas Barat.

Namun di sisi lain, rasionalitas tersebut kerap runtuh ketika mereka menghadapi peristiwa-peristiwa yang tak mampu mereka jelaskan secara medis maupun logis.

Imajinasi Kolonial tentang Korban Goena-Goena

Sejumlah artikel berbahasa Belanda pada masa itu mencatat bahwa beberapa orang Eropa menjadi korban goena-goena. Dalam konteks sastra, Couperus menghadirkan tokoh Van Oudijck sebagai contoh paling dikenal.

Dalam De Stille Kracht, pejabat kolonial itu mengalami penyakit aneh hingga akhirnya meninggal tanpa penjelasan yang masuk akal. Melalui kisah ini, Couperus menggambarkan rasa terancam orang Barat terhadap kekuatan lokal yang tak mereka pahami.

Dendam dan Cinta sebagai Motif Pribadi

Lebih jauh, Couperus menggambarkan goena-goena sebagai praktik yang sering berakar pada persoalan pribadi, seperti sakit hati, dendam, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Dengan penggambaran tersebut, ia menunjukkan betapa sulitnya orang Belanda menyesuaikan diri dengan budaya pribumi, terutama ritual dan praktik magis yang selama ini mereka anggap sebagai ancaman tersembunyi.

Jejak Awal Goena-Goena dalam Karya P.A. Daum

Sementara itu, istilah goena-goena lebih dahulu muncul dalam novel karya P.A. Daum berjudul Goena-Goena. Harian Bataviaasch Nieuwsblad memuat novel ini secara bersambung pada 1887, lalu menerbitkannya dalam bentuk buku pada 1889.

Melalui cerita tersebut, Daum mengisahkan seorang perempuan Belanda yang berambisi menaklukkan hati seorang pria yang telah beristri.

Ketika Sihir Gagal Mengubah Takdir

Dalam alur kisah Daum, perempuan tersebut meminta bantuan penduduk pribumi untuk membuat pria itu jatuh cinta kepadanya melalui goena-goena.

Namun pada akhir cerita, pengaruh magis itu lenyap dan sang pria kembali kepada istrinya. Dengan alur ini, Daum menegaskan kembalinya tatanan sosial yang kolonial anggap sebagai kondisi “normal”.

Couperus Memaknai Goena-Goena sebagai Ancaman Budaya

Bertolak dari sana, Couperus kemungkinan mengenal istilah goena-goena dari karya Daum, lalu mengembangkannya dengan sudut pandang yang lebih luas.

Jika Daum memandang goena-goena sebagai praktik magis yang berisi mantra dan trik, Couperus memaknainya sebagai misteri budaya yang jauh lebih dalam—sebuah ancaman psikologis sekaligus kultural bagi orang Barat.

De Stille Kracht dan Kekuatan yang Tak Terlihat

Selanjutnya, melalui De Stille Kracht, Couperus menggambarkan goena-goena sebagai kekuatan tak kasat mata yang terus bekerja di balik kehidupan kolonial.

Kekuatan ini jarang menampakkan diri secara fisik. Namun perlahan dan pasti, kekuatan tersebut menggerogoti keyakinan serta rasa superioritas orang Barat.

Goena-Goena dalam Budaya Populer Belanda

Tidak berhenti di situ, istilah goena-goena kembali muncul dalam serial televisi Belanda pada 1974. Melalui medium populer tersebut, para pembuat serial menyampaikan pesan tersirat agar masyarakat tidak membicarakan kekuatan ini secara terbuka.

Dalam konteks tersebut, orang-orang memaknai sikap diam sebagai bentuk perlindungan paling aman.

Tabu yang Tetap Dianggap Nyata

Pada akhirnya, orang Barat memandang goena-goena sebagai sesuatu yang tabu sekaligus nyata. Mereka menganggap fenomena ini berada di luar jangkauan nalar manusia.

Karena itu, mereka lebih memilih menghindarinya daripada memperdebatkannya secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!