Pramuka SMA NU 05 Brangsong Latih Kemandirian Lewat Pembuatan Jamu Tradisional

Brangsong — Kegiatan latihan rutin Pramuka SMA NU 05 Brangsong pada Sabtu, 17 Januari 2026, berlangsung berbeda dari biasanya. Bertempat di halaman sekolah, para anggota Pramuka mengikuti pelatihan pembuatan jamu tradisional sebagai bagian dari pembelajaran keterampilan hidup (life skill) sekaligus pelestarian budaya lokal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik membawa bahan-bahan jamu secara mandiri dari rumah, di antaranya jahe, kunyit, jeruk nipis, madu, serai, serta berbagai rempah tradisional lainnya. Seluruh bahan kemudian diolah bersama sesuai arahan pelatih.
Proses pembuatan jamu dibagi ke dalam delapan kelompok. Masing-masing kelompok membuat jenis jamu yang berbeda, di antaranya jamu kunyit asam, jamu beras kencur, jamu jahe serai, jamu jahe jeruk nipis, jamu empon-empon, jamu temulawak, jamu wedang rempah, serta jamu herbal madu jahe yang dikenal bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh.
Pelatih Pramuka SMA NU 05 Brangsong, Kak Diva, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali adik-adik Pramuka dengan keterampilan sederhana namun bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan sikap mandiri, kerja sama, serta kepedulian terhadap kesehatan dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan pembuatan jamu tradisional ini juga menjadi upaya antisipasi terhadap cuaca hujan yang kerap terjadi dan berpotensi menurunkan daya tahan tubuh. Dengan mengenal dan mempraktikkan pembuatan jamu, peserta diharapkan mampu menjaga imun tubuh secara alami.
Salah satu peserta didik, Afidah, mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menarik dan bermanfaat.
“Selain seru karena dilakukan berkelompok, kami juga jadi tahu macam-macam jamu dan manfaatnya untuk kesehatan,” ungkap Afidah.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SMA NU 05 Brangsong terus berkomitmen menghadirkan latihan yang edukatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan lokal.
