Tips Sehat Dari Para Dokter Spesialis
ISR – Sejumlah dokter spesialis mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit parah untuk mulai hidup sehat.
Para tenaga medis menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi benteng utama untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes, jantung, gangguan paru, hingga masalah saraf.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Pratama, Sp.PD, mengatakan sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit sebenarnya mengidap penyakit yang masih bisa dicegah sejak dini.
“Masalahnya sering bukan faktor genetik, tetapi pola makan berlebihan, kurang bergerak, dan jarang memeriksakan kesehatan,” ujarnya.
Ia mendorong masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta membiasakan berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari. Ia juga meminta masyarakat rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah meskipun tubuh terasa sehat.
Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Rina Kurniasih, Sp.GK, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur diet instan yang marak di media sosial.
Menurutnya, pola makan sehat paling aman mengacu pada konsep piring seimbang.
“Isi setengah piring dengan sayur dan buah, seperempat dengan protein, dan seperempat dengan karbohidrat. Jangan bergantung pada suplemen,” tegasnya.
Dari sisi kesehatan pernapasan, Dokter Spesialis Paru, dr. Ahmad Fauzi, Sp.P, menyoroti meningkatnya keluhan batuk dan sesak napas akibat debu dan asap.
Ia meminta masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan menggunakan masker di area berisiko.
“Jika batuk berlangsung lebih dari dua minggu, segera periksa ke dokter dan jangan menganggapnya sepele,” katanya.
Masalah kesehatan mental juga mendapat perhatian. Dokter Spesialis Saraf, dr. Maya Lestari, Sp.S, menegaskan bahwa kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat memicu gangguan saraf serius.
“Masyarakat perlu tidur 6–8 jam, mengurangi penggunaan gawai berlebihan, serta tidak mengabaikan keluhan seperti sakit kepala berat atau kesemutan yang terus-menerus,” jelasnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Ortopedi, dr. Budi Santoso, Sp.OT, mengingatkan masyarakat untuk menjaga postur tubuh dan menghindari kebiasaan mengangkat beban berat secara sembarangan.
Ia menegaskan nyeri sendi yang berlangsung lama perlu pemeriksaan medis, bukan sekadar pijat.
Para dokter sepakat bahwa pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan. Mereka mengimbau masyarakat menjauhi rokok, tidak mengonsumsi obat tanpa resep dokter, serta rutin memeriksakan kesehatan.
“Ketika tubuh memberi sinyal, segera datang ke dokter. Pemeriksaan lebih awal dapat menyelamatkan,” pungkas salah satu dokter.
