Pemerintah Dinilai Tak Tegas, Warga Turun Tangan Hentikan Galian C

Kendal, ISR – Lemahnya penegakan aturan terhadap aktivitas galian C kembali menjadi sorotan. Di kawasan Pal 15 Kaliwungu, warga terpaksa turun tangan langsung menghentikan kegiatan pengerukan yang dinilai merusak lingkungan dan tidak sesuai aturan.

Aksi penutupan dilakukan dengan memasang spanduk besar di akses masuk lokasi. Tulisan “Karena Merusak Lingkungan dan Tidak Sesuai Aturan, Galian C Ini Ditutup Oleh Warga” terpampang jelas sebagai bentuk perlawanan sekaligus kritik terbuka terhadap sikap pemerintah yang dinilai lamban.

Keluhan Warga Tak Digubris

Warga mengaku telah lama resah. Debu, kerusakan jalan, hingga ancaman longsor menghantui permukiman. Berbagai keluhan disebut sudah disampaikan, namun tidak dibarengi tindakan tegas dari pihak berwenang.

“Kami tidak ingin menunggu bencana. Kalau aparat diam, warga yang bergerak,” ujar salah satu warga.

Tunggulsari Jadi Bukti Perlawanan Bisa Berhasil

Keberanian warga ini mengingatkan pada kasus Desa Tunggulsari yang sebelumnya berhasil menggagalkan proyek galian C bermasalah. Fakta tersebut menegaskan bahwa perlawanan warga bisa membuahkan hasil. Jika Desa Tunggulsari mampu menghentikan galian C yang melanggar, maka daerah lain juga pasti bisa melakukan hal yang sama.

Peringatan Keras untuk Pemerintah Daerah

Kasus Pal 15 Kaliwungu menjadi tamparan bagi pemerintah daerah. Penegakan hukum lingkungan tidak boleh setengah hati. Ketika negara ragu atau lamban, masyarakat akan terus mengambil peran untuk melindungi ruang hidupnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan secara resmi, menutup galian yang melanggar aturan, serta memastikan perlindungan lingkungan dijalankan secara adil dan konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!