Pemdes di Kendal Sedih, Dana Desa Turun Drastis
KENDAL – Penurunan alokasi Dana Desa (DD) di Kabupaten Kendal pada tahun 2026 berdampak langsung pada perencanaan pembangunan desa. Sejumlah pemerintah desa mengaku harus memutar otak dan menyusun strategi baru agar program prioritas tetap berjalan meski anggaran menyusut cukup signifikan.
Kepala desa di beberapa wilayah Kendal menyebut penurunan Dana Desa memaksa mereka melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Fokus pembangunan pun bergeser, dari proyek fisik berskala besar ke program yang lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Anggaran Menyusut, Program Harus Diprioritaskan
Turunnya Dana Desa di Kendal membuat pemerintah desa harus lebih selektif dalam menentukan program pembangunan. Kepala Desa menyatakan bahwa pihaknya kini memprioritaskan program wajib seperti bantuan langsung tunai (BLT), penanganan stunting, dan ketahanan pangan.
“Dengan Dana Desa yang berkurang, kami tidak bisa lagi menjalankan semua rencana pembangunan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami harus memilih program yang benar-benar prioritas,” ujar salah satu kepala desa di Kendal.
Inovasi Desa Jadi Kunci Bertahan
Kondisi ini mendorong pemerintah desa untuk mencari alternatif pembiayaan. Beberapa desa mulai mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes), menjalin kemitraan dengan pihak ketiga, serta memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain itu, desa juga memperkuat partisipasi masyarakat melalui swadaya dan gotong royong untuk mendukung pembangunan infrastruktur ringan, seperti perbaikan jalan lingkungan dan fasilitas umum.
Harapan pada Pemerintah Daerah dan Pusat
Pemerintah desa berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan penyesuaian, khususnya terkait program yang bersumber dari Dana Desa. Mereka juga meminta pendampingan agar desa tetap mampu menjalankan pembangunan secara efektif meski anggaran terbatas.
“Desa tetap menjadi ujung tombak pembangunan. Kami berharap ada solusi agar penurunan Dana Desa tidak berdampak besar pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
