DPRD Kendal Soroti Ancaman Jebolnya Tanggul Kalibodri
Kendal, ISR – Kondisi tanggul Sungai Kalibodri yang semakin memprihatinkan kembali menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal, Rabu (7/1/2026). Hingga kini, belum ada penanganan menyeluruh pasca jebolnya tanggul yang sempat menyebabkan banjir di wilayah hilir.
Di sejumlah titik bantaran sungai, khususnya wilayah Botomulyo, Kecamatan Cepiring, dan sekitarnya, ketebalan tanggul Sungai Kalibodri terus menyusut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama saat intensitas hujan meningkat dan debit air dari hulu sungai naik.
Anggota Komisi A DPRD Kendal, Irwan Subiyantoro, mengungkapkan bahwa warga di daerah pemilihannya kerap diliputi rasa cemas setiap memasuki musim hujan. Ia menyebut beberapa bagian tanggul kini berada dalam kondisi kritis.
“Kondisi tanggul sudah sangat mengkhawatirkan. Ada bagian yang lebarnya tinggal sekitar satu meter. Jika air dari hulu tinggi, potensi jebol sangat besar,” ujar Irwan.
Irwan menegaskan perlunya langkah penanganan awal sebagai upaya mitigasi bencana. Meski kewenangan utama pengelolaan sungai berada di tingkat provinsi, ia menilai pemerintah daerah tetap perlu mengambil peran untuk melindungi keselamatan warga.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kendal, Akhmat Suyuti. Ia menilai kerusakan lingkungan di wilayah hulu Sungai Kalibodri turut memperparah ancaman banjir di wilayah hilir.
“Hutan di atas sudah banyak berubah fungsi. Saat hujan turun, air langsung mengalir deras tanpa ada penahan,” ungkapnya.
Akhmat berharap Pemkab Kendal dapat melakukan langkah-langkah sementara untuk menekan risiko banjir sambil menunggu penanganan permanen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memastikan pemerintah daerah terus mendorong koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebut Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) menjadi pihak yang berwenang menangani Sungai Kalibodri.
“Pemkab Kendal terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Pusdataru agar penanganan Sungai Kalibodri bisa segera direalisasikan,” kata Bupati Dyah.
