Selasa Pon di Sabilunnajah: Gus Labib Kupas Makna Kebersihan Lahir Batin
Kendal, ISR – Yayasan Sabilunnajah Kendal kembali menggelar pengajian rutin Selasa Pon, Selasa Kliwon, 9 Desember 2025 bertempat di ndalem sepuh mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pengajian kali ini mengkaji kitab Bidayatul Hidayah yang diikuti oleh Dewan Guru serta tenaga pendidik KB, TK, MTs, dan MA Sabilunnajah.
Dalam pengajian tersebut, Gus Labib menyampaikan bahwa materi masih melanjutkan pembahasan mengenai thaharah (bersuci). Beliau menekankan bahwa Islam mengajarkan kebersihan lahir dan batin secara seimbang.
> “Kita diperintah Allah untuk bersih secara dhahir dan batin. Kebersihan dhahir itu cerminan kebersihan batin. Jika rumah bersih maka mencerminkan penghuninya bersih,” jelasnya.
Gus Labib menambahkan bahwa pelaksanaan ibadah seperti shalat diawali dengan wudhu, dengan niat yang dimulai sejak sebelum selesai mencuci kedua tangan. Niat menjadi unsur penting dalam sahnya ibadah, sebagaimana penafsiran Imam Syafi’i terhadap hadis innamal a’malu binniyat, bahwa setiap amal tidak sah tanpa niat.
Lebih lanjut disampaikan, hadats bersifat abstrak, tidak dapat dibedakan secara fisik seperti najis yang terlihat. Karena itu niat untuk menghilangkan hadas menjadi syarat utama sahnya wudhu. “Membasuh wajah tetapi belum berniat, maka wudhunya belum sah,” terangnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya tiga amalan sunnah dalam wudhu yang sering kali dilupakan, yaitu:
1. Berkumur menggunakan segenggam air sebanyak tiga kali (kecuali saat berpuasa),
2. Menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya tiga kali,
3. Melakukan niat sunnah sejak awal sebelum membasuh tangan.
Pengajian berjalan khidmat dan interaktif sebagai upaya menguatkan pemahaman dasar fiqih bagi para pendidik agar dapat ditransformasikan kepada para santri dan siswa di lingkungan Yayasan Sabilunnajah Kendal.
