Shopee Overload? SPX Disorot, Isu “Tendang J&T” Kembali Viral
ISR – Frasa kunci Shopee overload kembali ramai di media sosial setelah gelombang keluhan pengiriman mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pengguna Shopee mengaku paket mereka tertahan berhari-hari di gudang atau hub sortir milik Shopee Express (SPX). Situasi ini memicu spekulasi lama: benarkah Shopee “menendang” J&T Express dari platformnya?
Keluhan Menguat, Shopee Overload Jadi Sorotan
Di berbagai forum dan kolom komentar, pengguna menyuarakan pengalaman serupa:
- Status pengiriman berhenti di pusat sortir tanpa pembaruan jelas
- Paket ditandai “terkirim” tetapi belum diterima
- Estimasi pengiriman molor dari jadwal awal
Banyak yang menilai kondisi ini terjadi karena Shopee overload, terutama saat promo besar dan musim diskon. Lonjakan transaksi membuat SPX kewalahan menangani volume paket yang membludak.
“Dulu bisa pilih J&T, sekarang hampir selalu SPX. Kalau SPX penuh, ya ikut tertahan,” tulis seorang netizen.
Karena SPX sering muncul sebagai kurir default, sebagian pengguna merasa pilihan mereka semakin terbatas ketika terjadi kepadatan distribusi.
Dari Perubahan Kebijakan ke Narasi “Tendang J&T”
Isu Shopee overload tak lepas dari keputusan pada 2025 ketika Shopee menghentikan layanan reguler dan ekonomi J&T di platformnya. Sejak saat itu, opsi J&T semakin jarang muncul, kecuali untuk layanan tertentu seperti kargo.
Perubahan tersebut memicu persepsi bahwa Shopee sengaja mengurangi peran J&T demi memperkuat SPX sebagai tulang punggung logistik internal. Ketika keluhan Shopee overload meningkat, narasi “Shopee tendang J&T” kembali viral dan menjadi bahan perdebatan.
Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyebut hubungan keduanya benar-benar berakhir total. Namun di level pengguna, pergeseran opsi kurir terasa nyata.
Strategi Efisiensi atau Risiko Reputasi?
Penguatan SPX memberi Shopee kontrol lebih besar atas biaya, distribusi, dan standar layanan. Strategi ini lazim di industri e-commerce global.
Namun, ketika Shopee overload terjadi dan distribusi tersendat, dampaknya langsung dirasakan pembeli. Tanpa banyak alternatif kurir populer seperti sebelumnya, keluhan menjadi lebih keras dan cepat menyebar di media sosial.
Pengamat menilai tantangan Shopee bukan hanya soal efisiensi logistik, tetapi juga menjaga kepercayaan pengguna. Dalam bisnis e-commerce, kecepatan dan kepastian pengiriman menjadi faktor penentu loyalitas pelanggan.
Suara Pengguna
Sebagian netizen berharap Shopee:
- Mengembalikan lebih banyak opsi kurir
- Tidak menjadikan SPX sebagai pilihan default saat sistem padat
- Lebih transparan menjelaskan kondisi Shopee overload kepada publik
Di sisi lain, ada pengguna yang tetap puas dengan layanan SPX di wilayahnya. Hal ini menunjukkan kualitas distribusi bisa berbeda tergantung daerah dan kapasitas hub setempat.
