Satgas MBLB Kendal Gelar Apel Penertiban Galian C, Jalanan Jadi Fokus Utama
​KENDAL, ISR – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama jajaran Forkopimda resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Langkah ini ditandai dengan apel kesiapan yang berlangsung di Mapolres Kendal, Rabu (10/6/2026).
​Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., dan dihadiri oleh Wakil Bupati H. Benny Karnadi, Kapolres AKBP Hendry Susanto Sianipar, serta Dandim 0715 Kendal Letkol Inf. Ade Sohali. Selain itu, hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Kendal serta jajaran personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP.
​Respons Tegas Terhadap Keluhan Publik
​Bupati Kendal dalam arahannya menegaskan bahwa pembentukan Satgas MBLB ini merupakan respons cepat pemerintah terhadap banyaknya kritik masyarakat terkait aktivitas galian C di wilayah Kabupaten Kendal.
​”Kami berterima kasih atas kesigapan rekan-rekan. Perlu dipahami bersama, akhir-akhir ini muncul banyak kritik terkait aktivitas galian C. Pemerintah akan memberikan teguran tegas kepada pelaku usaha yang sudah berizin jika tidak memenuhi standar,” ujar Bupati Dyah Kartika.
​Fokus utama penertiban ini tidak hanya pada perizinan, namun juga kebersihan lingkungan. Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembersihan di ruas jalan yang kerap dilalui truk pengangkut material galian C.
​Upaya Pencegahan Kecelakaan
​Senada dengan Bupati, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar menyatakan dukungan penuh terhadap aksi ini. Usai apel, tim gabungan langsung bergerak melakukan patroli dan pengecekan ke sejumlah titik lokasi galian C di wilayah Kabupaten Kendal.
​”Kami segera bergerak bersama menuju lokasi galian C secara terpadu. Fokus kita adalah memastikan jalanan bersih dari sisa tanah galian yang berserakan,” tegas Kapolres Hendry.
​Langkah ini dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Diharapkan, dengan jalan yang bersih, tidak ada lagi pengguna jalan yang terpeleset atau jatuh akibat ceceran tanah dari truk pengangkut galian C.
