Pelantikan PC Fatayat NU Kendal 2026–2030, Momentum Kerja Sama Pendidikan Fatayat NU dan STAIDA
Kendal, ISR – Momentum pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kendal masa khidmah 2026–2030 menjadi harapan baru bagi penguatan kerja sama di bidang pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) dengan Fatayat NU, yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (18/1/2026).
MoU tersebut disambut baik oleh Pimpinan Pusat Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, yang hadir langsung dalam kegiatan pelantikan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan misi Fatayat NU dalam melahirkan kader-kader militan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan.
“Tentunya kami sangat sejalan dengan STAIDA dalam upaya mengembangkan kualitas pendidikan, khususnya bagi kader Fatayat NU di seluruh Indonesia. Sebagaimana disebutkan dalam kerja sama ini, STAIDA memberikan kemudahan akses bagi para kader untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, dengan salah satu syarat berupa rekomendasi dari Fatayat NU,” ujar Hj. Margaret.
Menurutnya, tujuan utama kerja sama tersebut adalah mendorong dan mendukung secara penuh peningkatan kualitas sumber daya manusia kader Fatayat agar memiliki kemampuan serta daya saing yang lebih maju di tengah perkembangan zaman.
“Kerja sama ini kami harapkan mampu memperkuat kapasitas kader, sehingga tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga unggul secara akademik dan profesional,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua STAIDA, KH. Muhammad Fatwa, menyatakan bahwa kerja sama dengan Fatayat NU merupakan langkah strategis dalam memperluas jaringan pendidikan di tingkat perguruan tinggi.
“Kerja sama ini adalah bagian dari ikhtiar STAIDA untuk berkontribusi dalam mencetak kader-kader Fatayat NU yang siap menghadapi perkembangan zaman, berakhlakul karimah, serta memiliki daya saing yang kuat,” ungkap KH. Muhammad Fatwa.
Ia berharap, melalui sinergi ini, semakin banyak kader Fatayat NU yang mendapatkan akses pendidikan tinggi berkualitas dan mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di berbagai sektor.
