Mungkinkah Ketua Tanfidziyah PWNU dimakzulkan?
Penulis: KH. Munib Abd Muchith
Wk katib syuriyah PWNU Jateng
Semarang, Infosemarangraya.com – Mendung menutup langit , dingin tak akan diam mengipas angin, Tiba-tiba gerang membangunkan raga, panas menyengat hati penuh luka, jengkel mbededeg, seolah amarah datang menenggelamkan ketenangan, tetapi emosi sebentar terurai saat puntung rokok memenuhi asbak dan kopi mulai meninggalkan sisanya.
Semalaman sengaja menyimak WA grup, statmen para gawagis kekatiban yang masih semangat dan menerjang dinding tinggi , tulisannya melangit melober pada bibir dinding sampai muntah tak tertahan sampai pada kesimpulan : *Syuriyah PWNU minus Rois syuriyah dikibiri dianggap wujuduhu ka’adamihi*
Rapat gabungan antara Tanfidziyah dan syuriyah menjadi ajang bantahan dan sanggahan atas rapat harian syuriyah yaitu permohonan Islah terhadap sengketa yang ada di PBNU, sayang penulis tidak hadir, tapi memang sengaja tidak mau hadir, karena ada indikasi yang terbaca bahwa akan ada pembangkangan dari Tanfidziyah terhadap syuriyah PWNU, kebenaran dhon ini terjawab lewat tulisan para masyayih dan gawagis. ( untung tidak datang kalau mungkin datang terjadi insident)
Memang struktur pengurus di Nahdlatul ulama sebuah organisasi yang besar dengan jumlah jamaah yang tidak sedikit, mempunyai program yang menyeluruh baik pertanian Peternakan perekonomian bahkan sampai lembaga kajian, lembaga bahstu masail ( ini lembaga para pakar debat), tetapi punya dualisme pemimpin yang sedianya punya tupoksi beda, namun menjadi rancu dan tumpang tindih.
Syuriyah garis besarnya pengarah, pengendali dengan klasifikasi para kyai yang alim bijaksana, mendiskusikan setiap kebijakan yang akan diteruskan oleh Tanfidziyah artinya pelestari dan penerus pelaksana hasil musyawarah para kyai. Keberadaan nya sangat strategis.
Sebuah anomali, Tanfidziyah berjalan tanpa mengikuti arah, tanpa ada konsultasi melakukan kebijakan sendiri seolah sebagai menejer derektur, sementara syuriyah sekedar Komisaris perusahaan yang berfungsi sebagai pengarah kalau dibutuhkan selebihnya ini perusahaan ketua Tanfidziyah Ironi yang ada.
Seharusnya sebagai nafadz ( jalan terus) Tanfidziyah sekedar menjalankan keputusan dan kesepakatan syuriyah tanpa mengurangi dan menambahi. Tetapi mengegolkan dengan penuh inovasi, bukan membantah atau justru menolak. Kalau keadaan demikian, mungkin juga kejadian di PBNU akan terulang di beberapa tingkatan. Jamiyyah nahdlatul ulama mauquf ( wujuduhu ka’adamihi).
Seharusnya menjadi instropeksi bersama keadaan apa yang terjadi di PBNU jangan sampai terulang ke dua kalinya apalagi sampai merambah kesukaan tingkatan. Syuriyah PWNU Jateng dalam kondisi yang di kibiri oleh Tanfidziyah PWNU tetep teguh ISHLAH itu jalan yang terbaik.
