Warga Tunggulsari gotong royong menambal lubang di jalan Kedung Pucung

Jalan Kedungpucung Rusak Sejak 1986, Warga Tunggulsari Turun Tangan

Kendal, ISR – Sekitar 15 warga RT 3 Desa Tunggulsari turun tangan memperbaiki Jalan Kedungpucung pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Mereka menggelar gotong royong karena jalan utama tersebut rusak parah dan penuh lubang, sehingga membahayakan pengendara.

Ketua RT 3 Tunggulsari, Solihin, menjelaskan bahwa jalan tersebut terakhir diaspal pada tahun 1985–1986. Sejak saat itu, pemerintah belum melakukan perbaikan menyeluruh. Karena kondisi semakin memburuk, warga memilih bergerak sendiri agar kendaraan tetap bisa melintas dengan aman.

Warga dengan semangat mengambil urukan

Usulan Rutin Masuk Musrenbang

Solihin menegaskan bahwa warga rutin mengusulkan perbaikan Jalan Kedungpucung melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Namun, hingga kini pemerintah belum merealisasikan usulan tersebut.

Tahun ini, Camat Brangsong Yunan menyampaikan bahwa perbaikan jalan sudah masuk dalam Musrenbangcam Kecamatan Brangsong. Meski begitu, warga belum menerima kepastian waktu pelaksanaan maupun kejelasan anggaran.

“Kami setiap tahun mengusulkan perbaikan. Sekarang sudah masuk Musrenbangcam, tetapi sampai hari ini belum ada kepastian,” ujar Solihin.

Swadaya dengan Material Seadanya

Karena belum ada tindakan nyata, warga mengumpulkan material seadanya untuk menutup lubang. Beberapa warga yang bekerja sebagai pemborong membawa sisa material proyek dari luar desa untuk menguruk jalan tersebut.

Warga menambal bagian yang paling rusak agar lubang tidak semakin dalam. Mereka berharap langkah sederhana ini bisa mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Akses Menuju Bendungan Kedung Pengilon

Ketua RT 4 Tunggulsari, Roji, menegaskan bahwa Jalan Kedungpucung menjadi akses utama menuju Bendungan Kedung Pengilon Tunggulsari. Bendungan peninggalan kolonial Belanda itu masih berfungsi sebagai irigasi dan mengairi sawah di Kecamatan Brangsong serta wilayah sekitar.

Selain mendukung pertanian, kawasan tersebut juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!