Sungai Kali Aji meluap dan menggenangi kawasan pertigaan Sekopek, Kaliwungu, Kendal, setelah hujan deras mengguyur selama satu jam, Jumat (15/5). Banjir luapan ini mengancam pemukiman warga yang posisinya berada di bawah elevasi sungai
Sungai Kali Aji meluap dan menggenangi kawasan pertigaan Sekopek, Kaliwungu, Kendal, setelah hujan deras mengguyur selama satu jam, Jumat (15/5). Banjir luapan ini mengancam pemukiman warga yang posisinya berada di bawah elevasi sungai

Belum Genap Sebulan Raih Penghargaan, Bupati Kendal ‘Dihadiahi’ Banjir Luapan Kali Aji

Kendal — Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, baru saja menerima penghargaan nasional Women’s Inspiration. Namun, belum genap satu bulan, wilayahnya justru mengalami bencana ekologis. Hujan deras mengguyur selama satu jam dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB. Alhasil, banjir luapan Kali Aji kembali menggenangi permukiman warga.

​Wilayah Terdampak Banjir

​Dampak buruk banjir luapan Kali Aji ini melanda dua kecamatan sekaligus. Wilayah tersebut adalah Kecamatan Brangsong dan Kecamatan Kaliwungu. Air bah mengalir deras dari hulu hingga hilir. Aliran air sudah meluap sejak dari Desa Tunggulsari hingga kawasan Sekopek.

​Ancaman Tanggul Jalan Jebol

​Kondisi topografi wilayah ini sebenarnya sangat rawan. Posisi sungai berada tepat di atas pemukiman warga. Saat ini, jalan raya setempat memikul fungsi ganda sebagai pembatas arus atau tanggul.

​Situasi tersebut tentu menyimpan bahaya yang sangat besar. Jika jalan yang menjadi tanggul ini sampai jebol, air akan langsung mengguyur rumah warga dengan volume yang jauh lebih masif.

​Penyebab Utama Luapan Sungai

​Kondisi sungai memicu bencana ini karena mengalami sedimentasi parah. Faktor pendangkalan ini berpadu dengan maraknya aktivitas tambang galian C di wilayah atas. Tambang tersebut merusak daya serap alam dan mengirim material lumpur ke sungai.

​Warga Sukomulyo, Mutohar, menilai pemerintah daerah belum serius mencari solusi. Banjir ini sudah menjadi agenda tahunan yang meresahkan warga.

​”Ini menjadi PR serius Bupati Kendal dalam mengatasi banjir. Dalam setahun, kami sudah tidak terhitung berapa kali kebanjiran,” ujar Mutohar.

​Kritik Atas Alasan Wewenang

​Warga menyayangkan sikap normatif pemerintah kabupaten saat menghadapi keluhan publik. Ketua RW Desa Tunggulsari, Bonang, mengungkapkan bahwa bupati sering kali melempar tanggung jawab.

​”Tapi Bupati selalu mengatakan itu wewenang pemerintah provinsi,” tambah Bonang.

​Harapan Aksi Nyata Bupati

​Masyarakat kini menagih bukti nyata dari penghargaan nasional sang bupati. Warga Brangsong dan Kaliwungu mendesak adanya lobi strategis ke pusat dan provinsi. Langkah cepat sangat penting agar warga terbebas dari ancaman banjir yang terus berulang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!