Marhati Emen Endjum, penjual ikan asin asal Bandung, tiba di Bandara Madinah dengan kursi roda setelah menempuh perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji.
Marhati Emen Endjum, penjual ikan asin asal Bandung, tiba di Bandara Madinah dengan kursi roda setelah menempuh perjalanan panjang untuk menunaikan ibadah haji.

Penjual Ikan Asin Asal Bandung Naik Haji Setelah Menabung Sejak 1960

Madinah, ISR – Kisah haru datang dari seorang penjual ikan asin asal Bandung yang akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung. Penjual ikan asin asal Bandung, Marhati Emen Endjum (83), tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Kamis (23/04/2026) sekitar pukul 15.40 Waktu Arab Saudi (WAS).

Penjual ikan asin asal Bandung ini berasal dari Kiaracondong dan tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Kertajati (KJT). Ia juga tercatat sebagai jemaah tertua dari rombongan asal Bandung yang tiba di Madinah.

Menabung Sejak 1960

Sejak tahun 1960, Emen menjalani usaha kecil dengan berjualan ikan asin dan beras di pasar dekat rumahnya. Dari usaha sederhana itu, ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita berhaji.

“Saya jualan ikan asin dan beras sejak tahun 1960. Sedikit-sedikit saya tabung untuk naik haji,” ujar Emen saat berada di bandara.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil setelah puluhan tahun menunggu.

Sempat Umrah Bersama Anak

Sebelum berangkat haji tahun ini, Emen sempat menunaikan ibadah umrah pada 2018 bersama anaknya. Namun, sang anak kini telah meninggal dunia.

“Saya umrah tahun 2018 sama anak saya. Setelah pulang, saya langsung daftar haji. Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat,” tuturnya.

Saat tiba di Madinah, Emen terlihat duduk di kursi roda sambil menunggu bus menuju hotel.

Harapan Haji Mabrur

Di usia 83 tahun, Emen tetap menunjukkan semangat tinggi untuk menjalankan ibadah haji. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

“Saya bersyukur bisa haji tahun ini. Semoga hajinya lancar dan mabrur,” ucapnya.

Ia juga mendoakan anak dan cucunya agar kelak dapat menunaikan ibadah haji.

Kisah penjual ikan asin asal Bandung ini menjadi inspirasi tentang ketekunan, kesabaran, dan kekuatan niat dalam meraih impian, meski harus menunggu puluhan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!