MWCNU Dempet Memperingati Harlah NU

Harlah NU Dempet: Target Gedung MWCNU Rampung 5 Bulan

Penulis: H. Muhammad Roghib S.T

Demak, ISR – Harlah NU Dempet menjadi momentum bersejarah bagi warga Nahdlatul Ulama di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama ini digelar pada Ahad, 1 Februari 2026, di lokasi pembangunan Gedung Kantor MWCNU Dempet yang beralamat di Dukuh Tempel, Desa Balerejo. Meski digelar di bawah terik matahari dan di tengah proses pembangunan, Harlah NU Dempet justru menegaskan jati diri NU sebagai organisasi yang tumbuh dari gotong royong, kesederhanaan, dan kekuatan jamaah.

Ribuan warga NU tampak memadati area pembangunan gedung yang belum sepenuhnya rampung. Mereka berdiri berdempetan di atas tanah proyek sebagai simbol bahwa NU tidak pernah berjarak dengan umat. Kehadiran KH. Ubaidillah Shodaqoh selaku Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah semakin menambah kekhidmatan peringatan satu abad NU di wilayah yang dikenal sebagai tanah bersejarah Bintoro tersebut.

Dalam Mauidhoh Hasanah-nya, KH. Ubaidillah Shodaqoh mengajak seluruh jamaah untuk kembali meneladani kemuliaan tanah Demak sebagai pusat awal peradaban Islam di Pulau Jawa. Ia menyebut wilayah ini sebagai tanah pilihan Allah SWT yang pernah menjadi pusat Kerajaan Islam Bintoro dan perjuangan para Wali Songo.

Menurutnya, sejarah tersebut tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus dihidupkan melalui amaliyah, akhlak, dan pemikiran ke-NU-an yang adaptif terhadap zaman. Harlah NU Dempet, kata beliau, harus menjadi momentum memperkuat tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan para ulama terdahulu.

Harlah NU Dempet dan Pesan Pelayanan Umat

Selain mengulas sejarah, KH. Ubaidillah Shodaqoh juga menekankan pentingnya orientasi pelayanan dalam organisasi NU. Ia mengingatkan agar pengurus NU di tingkat lokal tidak larut dalam dinamika politik organisasi di tingkat pusat.

Dengan nada tegas namun penuh kearifan, beliau menyampaikan bahwa keberadaan NU harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Bahkan, ia menyebutkan bahwa jika masih ada satu saja warga NU yang tidak makan dalam sehari, maka itu menjadi tanda kegagalan khidmah organisasi. Pesan tersebut menjadi pengingat keras agar NU terus memperkuat jaringan sosial, solidaritas, dan kepedulian terhadap kaum lemah.

Ia juga menekankan pentingnya saling menutupi kekurangan antar-pengurus demi menjaga soliditas dan harmoni organisasi.

Keteladanan Sosial di Tengah Harlah NU Dempet

Keteladanan KH. Ubaidillah Shodaqoh tidak hanya tercermin dari tutur kata, tetapi juga dari tindakan nyata. Di tengah acara, saat seorang pedagang keliling melintas di depan panggung, beliau spontan memberikan sedekah dari dalam pecinya.

Tindakan sederhana tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para jamaah tentang makna kepedulian sosial yang tidak mengenal waktu dan tempat. Momentum kecil itu justru memperkuat pesan besar yang disampaikan dalam Harlah NU Dempet, bahwa khidmah dimulai dari hal-hal paling dekat.

Harlah NU Dempet Dorong Penuntasan Gedung MWCNU

Momentum peringatan satu abad NU ini juga dimanfaatkan untuk memacu pembangunan Gedung MWCNU Dempet. KH. Ubaidillah Shodaqoh secara langsung memasang target agar pembangunan gedung tersebut dapat dituntaskan dalam waktu lima bulan ke depan.

Rencana gedung MWCNU Dempet

Ketua Panitia Pembangunan, KH. Muhammad Roghib, ST, melaporkan progres pembangunan secara terbuka. Ia memaparkan skema lelang 30 tiang MWCNU dengan nilai Rp1,5 juta per tiang serta harga tanah wakaf sebesar Rp400 ribu per meter persegi. Dari gerakan infaq yang dilakukan saat acara, panitia berhasil menghimpun dana hampir Rp7 juta.

Panitia pembangunan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui rekening Bank Jateng nomor 3-031-46925-1 atas nama MWCNU Dempet atau BRI nomor 228301014955508 atas nama Daimul Huda. Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0813-9039-5677, 0857-1378-9140, dan 0853-2512-1910.

Sinergi Ulama dan Umara di Harlah NU Dempet

Kegiatan Harlah NU Dempet juga menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama dan umara. PLT Camat Dempet, Drs. Haryoto, M.H, menyatakan optimisme bahwa pembangunan Gedung MWCNU akan segera rampung berkat kolaborasi NU dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Sarkawi, S.H., M.H (mantan Camat Dempet), Ahmad Abror, S.Ag (Kepala KUA), dan AKP Ririk Solekul Hadi, S.E (Kapolsek Dempet). Jajaran Muslimat NU, Ansor Banser, Fatayat NU, serta pengurus MWCNU Dempet juga memadati lokasi acara.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Ubaidillah Shodaqoh. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memohon agar pembangunan gedung dan perjuangan NU di Dempet senantiasa mendapat ridho Allah SWT. Harlah NU Dempet pun meninggalkan pesan kuat bahwa meski bangunan fisik belum rampung, bangunan spiritual dan kebersamaan warga NU telah berdiri dengan kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!