KH. Abd Basith, Lc dan Harapan Rais Syuriyah PBNU
Wakil Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah
Semarang, ISR – KH. Abd Basith, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ma’wa Ngaliyan, kian sering disebut sebagai salah satu figur yang pantas mengemban amanah Rais Syuriyah PBNU. Di tengah dinamika Nahdlatul Ulama yang semakin kompleks, sosok ulama dengan kedalaman ilmu, keteduhan sikap, dan keteguhan menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
KH. Abd Basith dikenal sebagai ulama dengan latar belakang keilmuan syariah yang kuat dan teruji. Keilmuan tersebut tidak hanya tampak dalam penguasaan teks dan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga tercermin dalam cara beliau bersikap, bertutur, dan membimbing umat. Corak keulamaan seperti inilah yang selama ini menjadi kekuatan utama NU.
Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Ma’wa Ngaliyan, KH. Abd Basith membangun tradisi pesantren yang kokoh sekaligus membumi. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga ditanamkan nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal sebagai fondasi berpikir dan bersikap. Pesantren menjadi ruang pembentukan karakter keulamaan yang ramah, bijak, dan bertanggung jawab.
Dalam kehidupan jam’iyyah, KH. Abd Basith dikenal sebagai ulama yang istiqamah menjaga marwah keulamaan. Beliau bukan tipe yang gemar tampil ke depan, namun kehadirannya selalu terasa dalam proses-proses penting. Pandangan dan nasihatnya kerap menjadi penyejuk, terutama ketika NU dihadapkan pada persoalan yang membutuhkan kejernihan berpikir dan kehati-hatian bersikap.
Tantangan NU hari ini tidak ringan. Arus paham keagamaan yang keras, polarisasi sosial-politik, hingga kecenderungan pragmatisme menuntut hadirnya Rais Syuriyah yang benar-benar berfungsi sebagai penjaga nilai dan arah jam’iyyah. Dalam konteks ini, KH. Abd Basith memiliki modal keilmuan dan keteladanan yang memadai untuk menjalankan peran tersebut.
Rais Syuriyah bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol otoritas keilmuan dan moral NU. Keteguhan KH. Abd Basith dalam memposisikan ulama sebagai pengayom umat—bukan bagian dari tarik-menarik kepentingan—menjadi nilai penting yang patut dicatat.
Dengan rekam jejak pengabdian di pesantren, kedalaman ilmu, serta komitmen menjaga tradisi dan persatuan, KH. Abd Basith, Lc layak dipandang sebagai bagian dari harapan besar Nahdlatul Ulama untuk menghadirkan Rais Syuriyah PBNU yang teduh, berwibawa, dan istiqamah.
