Survei LSI: Gen Z Paling Menolak Pilkada Dipilih DPRD
Jakarta, ISR — Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menolak wacana pemilihan kepala daerah atau Pilkada yang dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Penolakan paling kuat justru datang dari kalangan Generasi Z atau Gen Z.
Survei yang dilakukan LSI pada Oktober 2025 ini mencatat sebanyak 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju jika mekanisme Pilkada diubah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi dipilih DPRD. Sementara responden yang menyatakan setuju hanya berada di kisaran 28,6 persen.
Penolakan terhadap wacana tersebut paling dominan ditunjukkan oleh kelompok Gen Z. LSI mencatat sekitar 84 persen responden Gen Z menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan Pilkada yang dipilih DPRD. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya seperti generasi milenial, generasi X, maupun baby boomer.
Peneliti LSI, Ardian Sopa, mengatakan kuatnya penolakan dari Gen Z menunjukkan adanya kesadaran politik yang tinggi di kalangan generasi muda. “Gen Z melihat Pilkada langsung sebagai hak demokrasi yang harus dijaga. Mereka khawatir hak memilih itu hilang jika Pilkada dikembalikan ke DPRD,” ujar Ardian dalam keterangannya.
Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dengan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sekitar 2,9 persen.
LSI menilai penolakan terhadap Pilkada melalui DPRD tidak hanya terjadi pada kelompok tertentu, tetapi merata lintas wilayah, tingkat pendidikan, dan latar belakang sosial. Kondisi ini menunjukkan bahwa wacana perubahan sistem Pilkada berpotensi menghadapi resistensi publik yang luas.
Hasil survei ini sekaligus menjadi sinyal bagi pembuat kebijakan agar mempertimbangkan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam merumuskan arah demokrasi lokal di Indonesia ke depan.
