Dokumentasi bersama PR IPNU IPPNU Ngargosari dan PAC IPNU IPPNU Sukorejo

PR IPNU IPPNU Ngargosari Gandeng Lesbumi Gelar Dialog Kebudayaan, Tekankan Pentingnya Jati Diri di Era Modern

KENDAL, ISR – Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Desa Ngargosari sukses menggelar kegiatan Selapanan yang dirangkai dengan Dialog Kebudayaan, bertempat di TPQ Al Hidayah, Dusun Surugajah, Desa Ngargosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Selasa (24/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu Kliwon, 4 Rajab 1447 Hijriah ini mengusung tema “Tri Hita Karana dan Nilai Lokal Jawa: Relevansinya dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Berorganisasi”. Dialog tersebut menjadi ruang refleksi bagi pelajar Nahdlatul Ulama untuk memahami pentingnya jati diri budaya di tengah arus modernisasi.

Acara ini turut dihadiri Ketua PAC IPNU Sukorejo Naufal Khabib Ramadhani dan Ketua PAC IPPNU Sukorejo Fandilatul Hikmah. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan literasi budaya di tingkat ranting.

Bentengi Tradisi dari Arus Modernisasi

Ketua PR IPNU Ngargosari M. Rofid Rudiyono, bersama Ketua PR IPPNU Ngargosari Fidha Farhatul Izza, menyampaikan bahwa dialog kebudayaan ini merupakan ikhtiar konkret untuk membentengi pelajar NU dari dampak negatif modernisasi yang perlahan mengikis nilai-nilai tradisi leluhur.

“Kami ingin kader IPNU IPPNU Ngargosari tidak hanya maju secara intelektual, tetapi juga tetap berakar pada budaya serta adab Jawa yang menjadi identitas kita,” ujar Rofid.

Bedah Materi Bersama Lesbumi

Dialog kebudayaan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) MWC NU Sukorejo, Abna Fursa Al S. Dalam pemaparannya, ia mengulas secara mendalam filosofi Tri Hita Karana, yakni keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitar.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam napas perjuangan dan gerakan organisasi IPNU IPPNU.

Pemaparan materi yang komprehensif tersebut mendapat apresiasi dari para pimpinan PAC yang hadir. Naufal Khabib Ramadhani dan Fandilatul Hikmah juga memberikan motivasi kepada kader ranting agar terus berinovasi tanpa meninggalkan marwah dan tradisi Nahdlatul Ulama.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran baru di kalangan pelajar NU, khususnya di Kecamatan Sukorejo, bahwa modernisasi bukanlah ancaman bagi pelestarian budaya. Sebaliknya, nilai-nilai lokal justru harus menjadi filter sekaligus identitas dalam bersosialisasi dan berorganisasi.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan doa bersama, menandai semangat baru PR IPNU IPPNU Ngargosari dalam mengawal dan merawat nilai-nilai kebudayaan di masa mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!