Ponpes Krapyak Resmi Buka Suara, Bantah Keras Terlibat Upaya Lengserkan Gus Yahya: Jangan Pecah-Belah NU!
Yogyakarta, ISR – Isu panas soal upaya pemakzulan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf akhirnya dijawab tegas oleh Pondok Pesantren Al-Munawwir dan Yayasan Ali Maksum Ponpes Krapyak Yogyakarta. Setelah dituding ikut mendorong gerakan yang berpotensi memecah belah Nahdlatul Ulama, pihak pesantren merilis maklumat resmi pada 7 Desember 2025—dan isinya membuat suasana langsung mendingin.
Dalam maklumat yang ditandatangani para masyayikh dan pengasuh itu, Ponpes Krapyak dengan tegas membantah segala tuduhan bahwa mereka mendukung pemakzulan Gus Yahya. Mereka menyebut tudingan tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi membuat suasana internal NU semakin keruh.
Ada tiga poin utama yang disampaikan dalam maklumat tersebut:
1. Ajak Warga NU untuk Iltizam pada Arahan Kiai Sepuh
Pengasuh menegaskan agar seluruh Nahdliyin tetap berpegang pada arahan ulama dan menjaga adab bermusyawarah—tradisi yang menjadi ruh NU sejak awal berdiri.
2. Dukung Kepengurusan PBNU yang Sah, Termasuk Gus Yahya
Pihak pesantren memastikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan PBNU yang terpilih konstitusional melalui Muktamar. Termasuk kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf yang harus menuntaskan masa jabatannya secara utuh.
“Kepengurusan yang ada hendaknya tetap melanjutkan amanah organisasi serta menjaga stabilitas kelembagaan NU,” tegas isi maklumat.
3. Seruan Menjaga Kondusivitas dan Tidak Terprovokasi Medsos
Setiap masalah internal, kata mereka, harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sehat. Mereka juga mengimbau warga NU agar tidak mudah terseret arus provokasi liar di media sosial yang bisa memperuncing konflik.
Maklumat ini menjadi tamparan balik bagi pihak-pihak yang sebelumnya menyeret nama Ponpes Ali Maksum ke dalam pusaran isu pemakzulan. Pihak pesantren memastikan mereka tidak berada di barisan mana pun, kecuali barisan yang ingin menyejukkan suasana dan menjaga marwah jam’iyyah.
“Kami mengajak warga Nahdliyin untuk menjaga ketenangan, memperbanyak tawassul, dan memohon agar PBNU diberikan jalan terbaik demi kemaslahatan bersama,” tulis para pengasuh dalam penutup maklumat.
Dengan sikap resmi ini, harapannya dinamika internal NU dapat kembali sejuk, dan perbedaan pandangan bisa diarahkan pada solusi yang membawa maslahat bagi umat, jam’iyyah, dan bangsa.
