Truck kembali memenuhi batas kota Kendal dan Semarang
Truck kembali memenuhi batas kota Kendal dan Semarang

Siang Sepi, Malam Batas Kota Dipenuhi Truk Lagi, Sidak Hanya Formalitas?

Kendal, ISR — Langkah Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Forkopimda dan Satgas MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) menggelar inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran pada Rabu (10/6/2026) lalu, kini memicu tanda tanya besar. Masyarakat menyayangkan kondisi lapangan yang kembali semrawut hingga melontarkan sindiran tajam: siang sepi, malam batas kota dipenuhi truk lagi, sidak hanya formalitas?

​Frasa “siang sepi, malam batas kota dipenuhi truk lagi, sidak hanya formalitas?” terus bergulir di kalangan warga. Dugaan ini mencuat setelah masyarakat dan aktivis lingkungan melihat langsung cara para sopir dump truck galian C mengakali jam operasi petugas di lapangan.

​Strategi “Kucing-Kucingan” Sopir Truk

​Sidak gabungan ini awalnya bertujuan merespons keresahan warga di media sosial yang memviralkan slogan “Kendal Nggebal”. Lewat slogan itu, warga memprotes kepungan debu, jalan rusak, dan kerusakan lingkungan akibat masifnya aktivitas tambang galian C.

​Saat menggelar operasi siang hari, petugas menyisir area perbatasan kota dan mengusir deretan dump truck bermonase besar yang parkir liar. Pada momen yang sama, tim gabungan menghentikan proyek pengurukan lahan ilegal seluas 6,6 hektare di Arteri Kaliwungu karena pengembang tidak mengantongi izin dan menunggak pajak daerah senilai Rp800 juta. Petugas juga langsung membersihkan sisa tanah yang membuat jalanan licin.

​Namun, taring operasi siang hari itu rontok hanya dalam hitungan jam. Arif, seorang warga yang melintas di kawasan batas kota pada malam harinya, terkejut melihat armada truk yang kembali mengular panjang.

​”Siang hari saat petugas datang memang sepi, tidak ada satu pun truk yang berani parkir. Tapi begitu petugas pulang dan malam tiba, dump truck kembali berjejer penuh di sepanjang batas kota,” ungkap Arif.

​Aktivis Lingkungan Mengendus Kebocoran Informasi

​Fenomena ini memancing reaksi keras dari aktivis lingkungan Kendal, Sukron. Ia menduga kuat ada oknum yang membocorkan informasi sebelum sidak dimulai, sehingga para pelanggar sempat menyingkir untuk sementara waktu.

​”Mungkin sidaknya bocor. Makanya waktu petugas datang, lokasi bersih dari pelanggaran. Tapi begitu petugas balik kanan, truk-truk itu kembali parkir sembarangan,” ujar Sukron.

​Sukron mengingatkan pemerintah agar mengimbangi sidak berkala dengan penanganan yang serius dan konsisten di lapangan. Jika tidak, gerakan ini hanya akan menjadi seremonial belaka tanpa hasil nyata.

​Pemkab Sudah Datang Dua Kali, Waktunya Sanksi Tegas

​Catatan di lapangan menunjukkan bahwa Pemkab Kendal sebenarnya sudah dua kali turun langsung dan menegur para sopir di batas kota. Namun, para sopir dump truck terbukti mengabaikan teguran lisan tersebut dan tetap nekat melanggar aturan.

​Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan persuasif sudah tidak mempan. Pemerintah harus segera menerapkan sanksi hukum yang jelas, berat, dan tanpa tebang pilih demi memberi efek jera yang nyata. Kini, masyarakat Kendal menunggu keberanian Satgas MBLB untuk bertindak tegas, bukan sekadar melempar imbauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!