Oknum walimurid diduga intimidasi guru

Ngaku Istri Pimpinan Muhammadiyah, Oknum Wali Murid di Weleri Intimidasi Guru

KENDAL, ISR – Integritas dunia pendidikan di Weleri, Kendal, kini dihangatkan dengan kasus dugaan intimidasi terhadap seorang guru di salah satu SD Muhammadiyah. Kasus yang bermula dari ketidakpuasan atas penilaian siswa ini memanas lantaran adanya oknum wali murid yang membawa-bawa nama pimpinan organisasi demi melancarkan tekanan.

​Persoalan ini berawal ketika Guru berinisial (B) memberikan penilaian hasil belajar yang dianggap tidak memuaskan oleh salah satu orang tua siswa. Meski Guru B telah menjalankan tugasnya secara profesional dan objektif kepada seluruh siswa, termasuk Siswa berinisial (A), namun narasi rasa iri justru berkembang di kalangan wali murid.

​Situasi kian pelik saat informasi sepihak tersebut menyebar hingga berujung pada ancaman melalui pesan singkat. Ironisnya, oknum wali murid yang melakukan intimidasi tersebut disinyalir mengaku-ngaku sebagai istri dari salah satu tokoh pimpinan Muhammadiyah setempat. Hal ini diduga dilakukan untuk menekan mental sang guru dan keluarganya.

​Pihak keluarga guru menyatakan sangat keberatan.

“Sebagai saudara, saya tidak terima adik saya dibeginikan. Guru sudah bekerja keras dengan segala keterbatasannya, namun justru mendapat ancaman seperti ini. Apalagi ada oknum yang membawa nama pimpinan untuk menekan. Ini sangat tidak sehat bagi ekosistem sekolah,” ujar narasumber yang merupakan pelapor sekaligus saudara dari guru tersebut.

​Ia menegaskan bahwa tindakan mencatut nama pimpinan organisasi untuk mengintervensi urusan sekolah sangat bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah.

Sebagai gerakan pendidikan yang besar, Muhammadiyah selalu mengedepankan profesionalisme dan kemajuan, bukan praktik penekanan berbasis kekuasaan atau jabatan tertentu.

​Masyarakat dan wali murid lainnya berharap agar manajemen sekolah segera mengambil sikap tegas. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar tidak ada lagi guru yang merasa terbebani oleh bayang-bayang kekuasaan oknum tertentu. Hal ini demi mewujudkan lingkungan sekolah yang benar-benar ramah anak dan nyaman bagi para pendidik dalam menjalankan tugas mulia khususnya dilingkup SD Muhammadiyah weleri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!