KH. Hudallah Ridwan: Kalau NU Tak Bergerak, Potensi Ekonomi Akan Diambil Orang Lain

ISR – Upaya penguatan kemandirian ekonomi warga Nahdlatul Ulama terus digalakkan melalui peningkatan literasi kewirausahaan yang berpijak pada potensi lokal. Salah satu langkah konkret dilakukan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWC NU Brangsong dengan menggelar kegiatan Ngaji Entrepreneur pada Jumat malam (23/1/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Entrepreneurship Berbasis Alam: Menilik Potensi Tembakau dan Rempah dalam Produk Non-Karsinogenik”. Forum ini menjadi ruang dialog ekonomi keumatan yang membahas peluang sektor pertanian dan olahan berbasis sumber daya alam yang selama ini dekat dengan kehidupan warga NU.

Sebagai narasumber, Pengurus PWNU Jawa Tengah, Gus Hudallah Ridwan, mengajak peserta untuk melihat potensi tembakau dan rempah secara jernih dan mandiri. Ia menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki kekuatan besar, baik dari sisi produsen maupun konsumen.

Ia memaparkan bahwa jumlah perokok di Jawa Tengah mencapai jutaan orang. Dengan asumsi konsumsi harian dan margin keuntungan tertentu, perputaran ekonomi dari sektor tersebut dinilai sangat besar dan berpotensi menjadi sumber penguatan ekonomi umat jika dikelola secara tepat.

Menurutnya, potensi itu seharusnya tidak hanya menjadi ruang bisnis segelintir pihak, tetapi dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kesejahteraan jamaah NU. Ia menegaskan bahwa LPNU hadir bukan sebagai lembaga bisnis murni, melainkan sebagai penggerak ekonomi berbasis keberpihakan kepada umat, terutama petani tembakau yang mayoritas merupakan warga NU.

Ia juga menekankan bahwa penguatan ekonomi tidak cukup hanya dengan aktivitas jual beli, melainkan harus dibangun melalui jaringan dan ekosistem usaha yang kuat agar warga NU tidak tertinggal dalam rantai ekonomi.

Sementara itu, Ketua LPNU MWC NU Brangsong, M. Faizin, menyampaikan bahwa Ngaji Entrepreneur dirancang sebagai wadah pembelajaran yang memadukan diskusi ekonomi dengan nilai-nilai keumatan.

Menurutnya, diskusi yang dibangun harus diiringi dengan amaliah agar gagasan yang dibahas tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar membumi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan solusi konkret dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas, tidak hanya untuk warga NU, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini juga disampaikan Wakil Syuriah MWC NU Brangsong, Jauhari. Ia menilai Ngaji Entrepreneur memiliki nilai strategis, khususnya dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda NU.

Ia mendorong organisasi kepemudaan NU seperti IPNU dan IPPNU agar lebih berani mengambil peran sebagai pelaku usaha.

Menurutnya, generasi muda NU memiliki peluang besar untuk terlibat aktif dalam dunia kewirausahaan, bukan sekadar menjadi penonton dalam dinamika ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!