TKA Membludak, Pengangguran Warga Kendal Masih Tinggi

Kendal, ISR – Masuknya ribuan tenaga kerja asing (TKA) ke Jawa Tengah terus meningkat seiring derasnya arus investasi. Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan realitas di Kabupaten Kendal, di mana angka pengangguran warga lokal masih tergolong tinggi dan belum menunjukkan penurunan signifikan.

Kawasan Industri Kendal Jadi Magnet Investor Asing

Kawasan Industri Kendal (KIK) yang digadang-gadang sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah justru menyisakan ironi. Di tengah menjamurnya pabrik dan perusahaan asing, banyak warga Kendal usia produktif masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Puluhan Ribu TKA, Penyerapan Tenaga Lokal Dipertanyakan

Data ketenagakerjaan mencatat jumlah TKA di Jawa Tengah telah mencapai puluhan ribu orang, tersebar di berbagai kawasan industri dan proyek strategis. Wilayah Pantura, termasuk Kendal, menjadi salah satu konsentrasi terbesar. Namun penyerapan tenaga kerja lokal dinilai belum sebanding dengan masifnya investasi yang masuk.

Warga Mengeluh Sulit Masuk Pabrik

“Pabriknya terus bertambah, tapi kami tetap sulit masuk kerja. Sudah berkali-kali melamar, hasilnya nihil,” ujar salah satu warga Kendal yang mengaku telah lama menganggur.

Alih Keahlian Dinilai Mandek

Pengamat ketenagakerjaan menilai persoalan ini tidak bisa semata dibebankan pada kualitas tenaga kerja lokal. Selain faktor kompetensi, dominasi TKA pada sejumlah posisi strategis dan lemahnya kewajiban alih teknologi dinilai ikut mempersempit peluang pekerja lokal.

Regulasi Ada, Pengawasan Lemah

Di atas kertas, aturan telah mengatur bahwa TKA hanya boleh mengisi jabatan tertentu dan bersifat sementara. Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan agar memprioritaskan warga lokal. Namun dalam praktiknya, lemahnya pengawasan membuat aturan tersebut kerap tak bertaji.

Kendal Terancam Jadi Penonton di Daerah Sendiri

Masuknya investasi dan TKA seharusnya menjadi solusi menekan pengangguran, bukan menciptakan ketimpangan baru. Tanpa kebijakan tegas dan peningkatan kualitas SDM lokal, Kendal berisiko hanya menjadi tuan rumah industri tanpa menikmati kesejahteraan.

Hingga berita diturunkan, kami masih menunggu jawaban dari Disnaker Kendal dan DPMPTSP Kendal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!