Bangkit dari Nol, Fatayat NU Getas Jadi Harapan Baru Perempuan NU di Desa

Kendal, ISR – Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan rutinan sekaligus refleksi perjalanan organisasi selama satu tahun sejak terbentuk. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di kediaman Tri Ratna, Dusun Getas.

Meski masih tergolong organisasi yang baru atau “seumur jagung”, semangat kader Fatayat NU Ranting Getas tampak menggelora. Kegiatan rutinan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta penguatan solidaritas antaranggota agar roda organisasi tetap berjalan secara istiqamah.

Ketua Fatayat NU Ranting Getas, Sri Kusmiati, menyampaikan bahwa proses berorganisasi bukanlah hal yang mudah. Namun, menurutnya, kebersamaan dan komitmen bersama menjadi kunci utama untuk terus melangkah dan bertahan.

“Yang paling berat dalam berproses adalah memulai. Namun yang patut kita syukuri, kebersamaan Fatayat Ranting Desa Getas yang baru pertama kali terbentuk ini telah menjadi catatan sejarah tersendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan rutinan ini juga menjadi momentum evaluasi awal perjalanan khidmah organisasi Fatayat NU di tingkat desa. Penguatan niat, kekompakan, serta kesadaran kolektif dinilai sebagai fondasi utama sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan organisasi.

“Kita perkuat dulu niat untuk berkhidmah bersama. Sambil berjalan, kita tingkatkan kualitas keorganisasian dan menambah kuantitas anggota. Alhamdulillah, meski jumlah anggota aktif masih sekitar 25 orang, kekompakan tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MWC NU Kecamatan Singorojo, KH Khoirul Amin, memberikan apresiasi atas semangat dan konsistensi Fatayat NU Ranting Getas dalam membangun organisasi dari nol hingga mampu berjalan secara rutin.

“Semoga niat khidmah para kader Fatayat ini menjadi penyemangat bagi badan otonom NU lainnya. IPNU dan IPPNU yang sempat vakum, semoga bisa bangkit kembali dan ikut menghidupkan dinamika organisasi di tingkat desa,” tuturnya.

Kegiatan rutinan dan refleksi ini menjadi penanda bahwa semangat perempuan muda NU di Desa Getas terus tumbuh dan berkembang. Hal ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak penguatan kaderisasi, keorganisasian, serta pergerakan keummatan di tingkat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!