Drama Memuncak! PBNU Copot Gus Yahya, Tunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai Nakhoda Baru Jelang Muktamar 2026
Jakarta, ISR – Prahara panjang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Dalam rapat pleno tertutup yang digelar Syuriyah PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam (9/12), Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, resmi ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Keputusan yang menggemparkan jagat Nahdliyin ini ditetapkan langsung oleh Rais Syuriyah PBNU, KH Mohammad Nuh, sebagai langkah tegas untuk memperkuat peran Syuriyah dalam struktur organisasi.
> “Penjabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa ditetapkan kepada KH Zulfa Mustofa,” ujar KH Mohammad Nuh dalam konferensi pers seusai pleno.
Mandat Besar untuk KH Zulfa Mustofa
KH Zulfa Mustofa—yang juga merupakan keponakan Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin—mendapatkan mandat strategis hingga Muktamar NU ke-35 tahun 2026. Beberapa tugas penting yang kini berada di pundaknya antara lain:
Menyiapkan Musyawarah Nasional (Munas) dan Muktamar PBNU
Mengawal peringatan Satu Abad Masehi Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 2026
Melakukan konsolidasi besar-besaran demi memulihkan stabilitas internal PBNU
Dalam pernyataannya, KH Zulfa berkomitmen menjadi pemersatu di tengah turbulensi yang menerpa organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Kubu Gus Yahya Melawan: “Pleno Tidak Sah!”
Di tengah keputusan besar ini, kubu Gus Yahya menyuarakan penolakan keras. Mereka menegaskan bahwa rapat pleno yang digelar Syuriyah tidak sah karena dianggap menabrak AD/ART NU dan tidak melibatkan Ketua Umum Tanfidziyah yang masih sah.
Pihak Gus Yahya juga menyebut bahwa pemakzulan terhadap dirinya—yang dilakukan pada 20 November lalu—melanggar prosedur, sebab pergantian Ketum menurut aturan hanya dapat dilakukan melalui Muktamar.
Kontroversi semakin memanas karena pemecatan Gus Yahya ditengarai terkait dugaan pelanggaran tata kelola organisasi dan keuangan, klaim yang masih diperdebatkan kedua kubu.
Seruan Menag: Jaga Keutuhan PBNU
Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang hadir sebagai Wakil Rais Syuriah PBNU, berharap keputusan pleno ini menjadi jalan tengah terbaik dan mampu meredam kegaduhan yang sudah berbulan-bulan terjadi.
Arah Baru PBNU
Dengan ditunjuknya KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum, PBNU memasuki fase krusial. Konsolidasi internal dan persiapan menuju Muktamar 2026 kini menjadi pekerjaan rumah paling mendesak.
Prahara belum sepenuhnya usai, tetapi Nahdliyin kini menanti apakah sang Pj Ketum mampu membawa kapal besar PBNU kembali ke jalur persatuan.
