Foto : Tim adiwiyata Kota Magelang sedang melakukan monitoring dan verifikasi di SMP Mutual Kota Magelang
Foto : Tim adiwiyata Kota Magelang sedang melakukan monitoring dan verifikasi di SMP Mutual Kota Magelang

Sidak Adiwiyata Magelang: SMP Mutual Sukses Raih Apresiasi DLH!

Magelang, ISR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang menggelar evaluasi lapangan secara mendadak pada Selasa (9/6/2026) lalu. Momentum sidak Adiwiyata Magelang: SMP Mutual sukses raih apresiasi DLH! ini menjadi bukti nyata komitmen kuat sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, hijau, dan berwawasan masa depan.

Dalam agenda sidak Adiwiyata Magelang: SMP Mutual sukses raih apresiasi DLH! tersebut, tim penilai memberikan pujian khusus terhadap inovasi program kantin sehat sekolah. Langkah ini dinilai berhasil memastikan kualitas gizi para siswa, walau pihak DLH tetap memberikan beberapa catatan evaluasi penting demi menyempurnakan predikat adiwiyata mereka.

Sinkronisasi Data dan Tantangan Infrastruktur

Selama proses monitoring berlangsung, tim juri dari DLH berjalan mengelilingi seluruh area sekolah guna mengecek kelayakan instrumen penilaian. Mereka mewawancarai tim adiwiyata internal satu per satu demi menyinkronkan data dokumen dengan realita di lapangan.

Ketua Tim Adiwiyata SMP Mutual, Deni Susanto, menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah menyiapkan seluruh kelengkapan instrumen secara maksimal. Meski begitu, ia mengakui adanya tantangan teknis yang saat ini sedang berjalan.

“Proses pembangunan gedung yang sedang berlangsung membuat penataan lingkungan kami belum maksimal. Keterbatasan lahan juga membuat kami belum bisa mengelola sampah secara mandiri, sehingga masih harus menampungnya sebelum membuang ke depo terdekat,” jelas Deni.

Sorotan Kantin Sehat dan Rencana Bank Sampah

Perwakilan DLH Kota Magelang, Ayuk, mengapresiasi keberadaan kantin sehat di SMP Mutual yang terbukti mampu mengontrol jajanan siswa agar tetap higienis. Namun, Ayuk mengingatkan pihak sekolah untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai di area kantin.

Selain masalah plastik, tim penilai menyarankan agar SMP Mutual segera mendirikan bank sampah mandiri. Fasilitas ini nantinya bisa mengedukasi para siswa untuk memilah limbah dan memanfaatkannya menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Membawa Isu Lingkungan ke Dalam Ruang Kelas

Merespons masukan tersebut, Kepala SMP Mutual, Ahmad Haryanto, menyatakan rasa syukurnya atas kedatangan tim monitoring sebagai sarana kontrol kualitas. Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya menerapkan konsep adiwiyata di luar kelas, tetapi juga memasukkannya ke dalam pembelajaran harian.

“Kami mengintegrasikan kurikulum wawasan lingkungan ini ke dalam mata pelajaran IPA dan IPS. Jadi, anak-anak tidak cuma paham teori, tapi langsung mempraktikkannya,” tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa sekolah juga rutin menggelar kampanye cinta lingkungan melalui kerja bakti berkala. Ia berharap momentum ini semakin memicu kesadaran para siswa untuk menjaga ekosistem sekolah melalui tindakan kecil, mulai dari budaya piket hingga kepedulian terhadap sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!