Jangan Dibuang! Sampah Plastik Sachet Kini Bisa Ditabung Jadi Cuan di Kendal
Kendal, ISR – Warga Kendal kini punya cara baru untuk menambah isi dompet. Mulai hari ini, sampah kemasan yang biasanya menumpuk di tempat sampah sudah berubah menjadi barang berharga. Lewat program manajemen sampah terpadu yang baru rilis, fakta bahwa sampah plastik sachet kini bisa ditabung jadi cuan di Kendal benar-benar terwujud. Masyarakat bisa langsung merasakan manfaat ekonominya.
​Peluncuran gerakan lingkungan ini berlangsung di Desa Margorejo, Cepiring, Kendal, Kamis (11/6/2026). Acara ini membuktikan bahwa sampah plastik sachet kini bisa ditabung jadi cuan di Kendal. Rahasianya ada pada mesin pirolisis bernama Faspol. Mesin canggih ini sukses mengubah plastik low-value yang tidak laku di rongsokan menjadi BBM alternatif sekelas solar bernama Pertasol.

​Cara Mesin Faspol Mengubah Plastik Jadi BBM
​Pengepul rongsok biasanya menolak sampah bungkus kopi, sachet sampo, dan kantong kresek. Namun, mesin pirolisis justru membutuhkan jenis sampah ini sebagai bahan baku utama.
​Proses pengolahan sachet menjadi bahan bakar ini sangat sederhana:
- ​Masyarakat mengumpulkan sampah plastik lalu memilahnya.
- ​Petugas membersihkan plastik dari kotoran dan air.
- ​Pekerja memasukkan plastik ke dalam tabung khusus.
- ​Mesin memanaskan plastik dengan suhu tinggi tanpa oksigen.
- ​Panas tersebut memicu keluarnya uap gas hidrokarbon.
- ​Uap mengalir melewati pipa pendingin hingga mencair menjadi BBM.
​Kolaborasi Banyak Pihak
​Inovasi hebat ini menarik perhatian banyak pejabat penting. Bupati Kendal, Kepala BRIN, Menko Pangan, dan Direktur Pertamina Foundation datang langsung untuk melihat prosesnya.
​Pertamina Foundation berkomitmen penuh mendukung teknologi ramah lingkungan ini. Mereka ingin TPS3R Desa Margorejo menjadi contoh nasional. Di sisi lain, BRIN dan Kemenko Pangan menilai program ini mampu menyelesaikan dua masalah sekaligus. Program ini sukses mengurangi polusi dan membantu pasokan energi lokal.
​Nantinya, BBM dari sampah warga ini akan mendukung sektor produktif. Pengusaha bisa menggunakannya untuk bahan bakar genset, mesin industri, dan alat operasional non-subsidi. Lewat modal kreativitas ini, warga Kendal tidak hanya berhasil membersihkan lingkungan, tetapi juga sukses menciptakan sumber uang baru.
