Ratih Iswahyuni dari LKNU MWC Singorojo menyampaikan edukasi kesehatan kader Fatayat dalam pertemuan rutin PAC Singorojo di Dusun Kalipuru, Desa Kalirejo.

LKNU MWC Singorojo Berikan Edukasi Kesehatan kepada Kader Fatayat di Kalipur

Kendal, ISR – LKNU MWC Singorojo Berikan Edukasi Kesehatan kepada Kader Fatayat di Kalipuru. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) MWC Singorojo menggelar edukasi kesehatan kader Fatayat dalam pertemuan rutin PAC Singorojo sekaligus pembentukan ranting baru, Selasa (17/2/2026). Pengurus mengadakan kegiatan ini di kediaman Nur Asni, Dusun Kalipuru, Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo. Melalui kegiatan ini, pengurus ingin memperkuat pemahaman kader perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga di tengah cuaca ekstrem.

Dalam edukasi kesehatan kader Fatayat tersebut, Wakil Ketua LKNU MWC Singorojo, Ratih Iswahyuni, memaparkan berbagai penyakit yang sering muncul saat perubahan cuaca terjadi. Ia terlebih dahulu menyoroti penyakit menular yang sering masyarakat anggap ringan. Namun, jika warga mengabaikannya, penyakit itu dapat berkembang menjadi lebih serius.

Waspadai ISPA Saat Cuaca Berubah

Ratih menjelaskan bahwa ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) sering menyerang ketika daya tahan tubuh menurun. Oleh karena itu, ia meminta kader tidak meremehkan gejala awal seperti flu dan batuk. Selain itu, ia menegaskan bahwa virus mudah menyebar ketika warga tidak menjaga kebersihan lingkungan.

“Menghadapi cuaca ekstrem yang kadang tidak bersahabat ini, kita perlu memperhatikan kesehatan. Salah satu penyakit menular yang sering kita anggap sepele adalah ISPA, infeksi saluran pernapasan akut. Infeksi ini biasanya dimulai dari flu dan batuk,” jelas Ratih.

Selanjutnya, Ratih mengajak kader menerapkan langkah pencegahan sederhana. Ia menyarankan peserta mengurangi konsumsi es dan gorengan. Selain itu, ia mendorong kader mencukupi kebutuhan air putih sekitar dua liter atau delapan gelas per hari. Di sisi lain, ia mengingatkan kader agar menjauhi asap rokok karena asap rokok dapat memperparah gangguan pernapasan. Dengan langkah tersebut, kader dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Kader Fatayat NU Singorojo mengikuti edukasi kesehatan tentang ISPA dan penyakit tidak menular dengan antusias di kediaman Nur Asni, Kalipuru.

Kendalikan Penyakit Tidak Menular

Selain membahas ISPA, Ratih juga mengajak kader memahami penyakit tidak menular seperti kolesterol, asam urat, dan tekanan darah tinggi. Ia menilai pola pikir memengaruhi pola makan dan kebiasaan hidup. Oleh sebab itu, setiap orang perlu mengatur pola makan dan menjaga keseimbangan aktivitas.

Ratih menegaskan bahwa ibu rumah tangga memegang peran penting dalam menentukan menu keluarga. Jika ibu membiasakan makanan sehat dan bergizi, seluruh anggota keluarga akan mengikuti kebiasaan tersebut. Bahkan, perubahan kecil seperti mengurangi makanan berlemak dan memperbanyak sayur dapat membawa dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Kader Tunjukkan Antusiasme

Para kader mengikuti edukasi kesehatan kader Fatayat dengan penuh perhatian. Mereka mendengarkan materi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman tentang kondisi kesehatan keluarga. Sikap aktif tersebut menunjukkan kepedulian mereka terhadap kesehatan lingkungan sekitar.

Zumrotin, salah satu kader Fatayat Singorojo, menyampaikan apresiasi atas materi yang Ratih sampaikan. “Terima kasih atas pencerahannya. Semoga ini memberikan wawasan tambahan agar kami lebih menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama anak-anak yang daya tahan tubuhnya sangat bervariasi apalagi menghadapi cuaca yang tidak menentu ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, LKNU MWC Singorojo memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Pengurus berencana melanjutkan edukasi kesehatan kader Fatayat secara berkala agar kader terus memperbarui pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!