UIN Cirebon Terapkan Kampus Hijau Lewat Praktik Baik Ekoteologi
ISR – UIN Cirebon Terapkan Kampus Hijau Lewat Praktik Baik Ekoteologi sebagai bentuk nyata penguatan ekoteologi yang terus Kementerian Agama dorong. Melalui kebijakan berkelanjutan, kampus hijau UIN Cirebon hadir sebagai praktik konkret yang hidup di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Selain menguatkan peran akademik, UIN Cirebon juga mendorong perubahan budaya kampus agar lebih ramah lingkungan. Karena itu, kampus ini memilih langkah nyata yang langsung berdampak pada ekosistem.
Kebijakan Kampus Arahkan Perubahan Budaya
Sebagai langkah awal, UIN Cirebon menerbitkan Surat Edaran Rektor yang melarang penggunaan karangan bunga dan mendorong penggunaan tanaman hidup. Selama ini, sivitas akademika sering memakai karangan bunga dalam kegiatan seremonial. Namun, kebiasaan tersebut menimbulkan persoalan lingkungan karena menghasilkan limbah dan memboroskan sumber daya.
Oleh sebab itu, kebijakan ini mendorong sivitas akademika untuk mengubah pola simbolik menuju praktik yang lebih bertanggung jawab. UIN Cirebon secara aktif mengajak seluruh warga kampus untuk menerapkan simbol yang lebih berkelanjutan.
Tanaman Hidup Beri Manfaat Jangka Panjang
Karangan bunga umumnya hanya bertahan satu hingga dua hari. Setelah itu, karangan bunga langsung berubah menjadi sampah dan menambah beban pengelolaan limbah kampus. Selain itu, praktik tersebut tidak memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Atas pertimbangan tersebut, kampus hijau UIN Cirebon memilih tanaman hidup sebagai pengganti karangan bunga. Tanaman hidup memberi manfaat ekologis sekaligus memperindah lingkungan kampus secara berkelanjutan.
Nilai Ekologis dan Edukatif Terus Tumbuh
Melalui penggunaan tanaman hidup, UIN Cirebon menghadirkan nilai keberlanjutan yang lebih kuat. Tanaman tidak hanya mempercantik ruang kampus, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi lingkungan. Selain itu, sivitas akademika dapat merawat tanaman tersebut secara langsung sehingga kepedulian terhadap alam tumbuh secara kolektif.
Rektor UIN Cirebon, Aan Jaelani, menegaskan bahwa kebijakan ini mencerminkan transformasi budaya kampus. “Kami memandang kebijakan ini sebagai langkah menuju praktik yang lebih bermakna. Tanaman hidup memberi manfaat ekologis, edukatif, dan spiritual,” ujarnya di Cirebon, Rabu (4/2/2026).
Sejalan dengan Prinsip Islam Rahmatan lil ‘Alamin
Aan Jaelani juga menjelaskan bahwa tanaman hidup mencerminkan nilai Islam yang menekankan keseimbangan dan keberlanjutan. Tanaman tumbuh, dirawat, dan memberi kehidupan. Dengan demikian, kebijakan kampus hijau ini selaras dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Melalui praktik baik tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga lingkungan. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan menginspirasi kampus lain untuk mengintegrasikan nilai ekoteologi ke dalam kebijakan dan budaya akademik sehari-hari. (Syahril Sidiq)
