SMP Mutual Jadi Tujuan Study Tiru, PCM Mergangsan Berburu Inovasi Pendidikan
MAGELANG, ISR – SMP Mutual Kota Magelang kembali menjadi rujukan pengembangan pendidikan Muhammadiyah. Kali ini, sekitar 50 peserta dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mergangsan, Kota Yogyakarta, mengunjungi SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) dalam kegiatan study tiru untuk berbagi inovasi dan praktik baik pengelolaan sekolah.
Rombongan yang terdiri atas kepala SMP/MTs, pengurus panti asuhan, dan pengurus Aisyiyah disambut hangat oleh jajaran guru SMP Mutual. Kunjungan berlangsung dalam suasana akrab sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman demi meningkatkan kualitas amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan.
Berburu Inovasi agar Tidak Terjadi Stagnasi
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Suharso, menjelaskan bahwa kegiatan study tiru menjadi agenda rutin sebagai upaya menyegarkan cara berpikir para pengurus sekaligus mencari inspirasi baru.
Menurutnya, Muhammadiyah harus terus berinovasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Kami memilih Magelang karena memiliki banyak destinasi edukatif. Selain itu, kami melihat SMP Mutual sebagai salah satu sekolah unggulan yang layak menjadi tempat berbagi pengalaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tidak boleh berhenti meskipun Muhammadiyah Yogyakarta telah memiliki sekolah-sekolah unggulan.
“Inovasi itu seperti menyiram tanaman. Karena itu, kami berharap pulang membawa banyak ide baru yang dapat diterapkan di sekolah dan amal usaha kami,” tambahnya.
SMP Mutual Paparkan Program Unggulan
Dalam sesi diskusi selama dua jam, Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi kekuatan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa SMP Mutual mengembangkan tiga layanan utama, yakni Full Day School, Boarding School, dan International Class Program (ICP). Saat ini, setiap angkatan memiliki tujuh rombongan belajar sehingga total terdapat 21 kelas.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas layanan dan inovasi agar kepercayaan tersebut tetap terjaga,” jelas Ahmad.
Selain memaparkan program unggulan, pihak sekolah juga membuka ruang diskusi bagi seluruh peserta study tiru.
Kebersihan Sekolah Jadi Sorotan Peserta
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang kepala MTs dari PCM Mergangsan mengaku terkesan dengan kondisi lingkungan SMP Mutual yang bersih dan tertata.
Ia menanyakan kebiasaan melepas alas kaki sebelum memasuki area tertentu di sekolah serta sistem yang diterapkan sehingga kebersihan tetap terjaga.
Sebaliknya, SMP Mutual juga menggali pengalaman dari PCM Mergangsan, khususnya mengenai pola kaderisasi Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Diskusi tersebut menjadi ajang saling belajar untuk memperkuat pengembangan organisasi dan pendidikan.
Kolaborasi Muhammadiyah dan Aisyiyah
Setelah kegiatan di SMP Mutual, rombongan melanjutkan kunjungan ke PDM Kota Magelang. Sebagian peserta juga melakukan study tiru ke SD Mutual, panti asuhan, dan Lazismu Kota Magelang.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PDM Kota Magelang, Salamun, menjelaskan bahwa salah satu kekuatan Muhammadiyah Kota Magelang terletak pada sistem pengelolaan keuangan yang terpusat serta pengembangan amal usaha berbasis kinerja.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan lembaga pendidikan, termasuk delapan TK Aisyiyah yang ada di Kota Magelang.
“Kami terus mendorong inovasi di setiap amal usaha. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi duta yang mengenalkan kualitas sekolah kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kami berharap seluruh amal usaha Muhammadiyah semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” pungkas Salamun.
