SMP Mutual Gelar Khutbah Ta’aruf, Ust. Iqbal Bagikan 4 Kunci Sukses Menuntut Ilmu
MAGELANG, ISR – SMP Mutual Gelar Khutbah Ta’aruf sebagai langkah awal menyambut 202 siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 202 pasang orang tua hadir bersama putra-putri mereka dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Atria Magelang, Sabtu (11/7).
Melalui SMP Mutual Gelar Khutbah Ta’aruf, sekolah memperkuat komunikasi dan sinergi dengan orang tua sejak hari pertama. Seluruh guru, karyawan, lurah boarding, serta musyrif dan musyrifah ikut menyambut para siswa yang akan memulai perjalanan pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang.
Bangun Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Kepala SMP Mutual Kota Magelang, Ahmad Haryanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang perkenalan antara sekolah, siswa, dan wali murid. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi penting untuk mendampingi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
“Sinergi orang tua adalah modal utama. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mendidik putra-putri bapak dan ibu. Ke depan, kita akan terus berkolaborasi mengawal mereka menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berprestasi,” ujarnya.
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, pihak SMP Mutual juga menjelaskan aturan akademik, sistem keboardingan, serta mekanisme pendampingan siswa. Orang tua turut mengenal wali kelas dan musyrif-musyrifah yang akan mendampingi para siswa selama belajar.
Ahmad Haryanto menambahkan, SMP Mutual memiliki tiga program unggulan, yaitu Boarding School, Full Day School, dan International Class Program (ICP). Tahun ajaran baru ini sekolah membuka tujuh rombongan belajar karena tingginya minat masyarakat.
Ust. Iqbal Paparkan Empat Kunci Menuntut Ilmu
Pada sesi Khutbah Hamasah, Wakil Kepala Bidang Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Keboardingan, Ust. Iqbal Wijdani, mengajak siswa dan orang tua memahami makna menuntut ilmu sebagai ibadah.
Menurutnya, kunci pertama adalah selalu melibatkan Allah dalam setiap proses belajar. Seorang muslim tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan diri, tetapi juga harus rajin beribadah, berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah.
Kunci kedua, seorang penuntut ilmu harus berani keluar dari rumah untuk belajar kepada para guru. Ia mencontohkan semangat para sahabat Nabi yang rela melakukan perjalanan demi memperoleh ilmu yang bermanfaat.
“Ketika orang tua mempercayakan anaknya belajar di lingkungan boarding, itu merupakan ikhtiar yang baik untuk membentuk karakter, kemandirian, dan semangat belajar,” tuturnya.
Sabar Berproses dan Perkuat Doa
Ust. Iqbal menjelaskan bahwa kesabaran menjadi kunci ketiga dalam menuntut ilmu. Menurutnya, ilmu dan karakter tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui proses belajar yang konsisten.
Kunci keempat ialah bersegera dalam melakukan kebaikan. Datang lebih awal, menghargai waktu, serta menjauhi rasa malas akan membantu siswa memperoleh ilmu yang lebih berkah dan bermanfaat.
Menjelang akhir khutbah, Ust. Iqbal mengingatkan pentingnya doa orang tua dalam perjalanan pendidikan anak.
“Tentu tanpa doa yang ayah bunda langitkan, kami tidak mampu. Kami mendampingi anak-anak selama 24 jam, tetapi doa orang tua adalah jalur langit yang akan menguatkan setiap ikhtiar pendidikan,” tandasnya.
Usai kegiatan, para siswa berfoto bersama wali kelas masing-masing. Sementara itu, siswa program boarding kembali ke asrama untuk berpamitan dengan orang tua. Suasana haru menyelimuti penutupan acara ketika banyak orang tua melepas putra-putri mereka untuk memulai kehidupan baru sebagai santri sekaligus pelajar di SMP Mutual. (Fury Fariansyah)
