Pesantren Ramadan SD Muhammadiyah PK Solo, 84 Murid Belajar Kebaikan Sejak Dini
Pesantren Ramadan SD Muhammadiyah PK Solo menghadirkan kegiatan edukatif bagi 84 murid kelas I di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Program ini menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian sejak dini melalui berbagai aktivitas yang menarik.
Melalui Pesantren Ramadan SD Muhammadiyah PK Solo, para murid belajar membiasakan diri melakukan kebaikan setiap hari. Selain itu, sekolah menggelar kegiatan ini di Ruang Haji Isa pada Jumat (13/3/2026) dengan suasana yang penuh semangat.
Tanamkan Nilai Kebaikan Sejak Dini
Kegiatan mengusung tema “Ramadan Vibe: One Day, One Kindness”. Tema tersebut mendorong murid untuk memahami bahwa kebaikan perlu dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Pesantren Ramadan kelas I, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya pembentukan adab sejak usia dini. Ia mengajak murid untuk membiasakan sikap santun dan perilaku baik setiap hari.
“Kami menanamkan komitmen untuk melakukan satu kebaikan setiap hari. Karena itu, kebiasaan ini akan membentuk karakter anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan Kreatif dan Edukatif
Kegiatan diawali dengan sesi kreatif Do It Yourself (DIY). Pada tahap ini, murid membuat amplop Lebaran secara mandiri. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengasah keterampilan motorik dan sensorik.
Kemudian, guru pendamping membimbing murid yang mengalami kesulitan. Dengan begitu, seluruh peserta dapat mengikuti proses dengan baik.
Selanjutnya, para murid melaksanakan salat Asar berjemaah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah. Setelah itu, panitia menggelar Lomba Ranking 1 untuk menguji literasi keagamaan, ketepatan berpikir, serta kejujuran peserta.
Bangun Mental dan Percaya Diri
Sementara itu, Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menjelaskan bahwa lomba tersebut bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
“Mereka baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini. Namun, mereka menunjukkan konsentrasi yang baik dan kemampuan berpikir yang cepat,” ungkapnya.
Pesan Moral Melalui Story Telling
Menjelang penutupan, kegiatan semakin meriah melalui sesi story telling bersama Kak Amin. Ia menyampaikan kisah inspiratif yang mengajak murid untuk menghormati dan menyayangi orang tua.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak bisa menunjukkan rasa sayang melalui hal sederhana, seperti membantu orang tua dan berbicara dengan sopan,” pesannya.
Salah satu peserta, Clareen Jenafayze Kalfani, mengaku terharu setelah mendengarkan cerita tersebut. Karena itu, ia ingin lebih memperhatikan orang tuanya.
“Aku ingin membahagiakan orang tua dengan cara sederhana,” tuturnya.
Kebersamaan di Akhir Kegiatan
Akhirnya, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan antara murid dan guru. Dengan suasana hangat tersebut, sekolah berharap program ini mampu membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
