Pengajian Umum dan Santunan 43 Anak Yatim Piatu Semarakkan Malam 10 Muharram di Desa Blorok
Blorok, Brangsong – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Pengajian Umum dan Santunan Anak Yatim Piatu Dusun Pujirejo RT 02 RW 04, Desa Blorok, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, menggelar pengajian umum yang dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu pada Rabu malam (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Ibu Sulistyowati tersebut dihadiri oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Blorok.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia dan Kepala Desa Blorok, Bapak Kalimi. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, donatur, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap tradisi santunan anak yatim dan pengajian umum di bulan Muharram dapat terus dilestarikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada 43 anak yatim piatu yang berasal dari seluruh wilayah Desa Blorok, meliputi Dusun Pujirejo, Dusun Sembung, Dusun Wonosari, serta Perumahan Griya Sejahtera. Penyaluran santunan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan, disaksikan oleh para wali, tokoh masyarakat, dan jamaah yang hadir.
Mauidlah hasanah disampaikan oleh Kyai Said Ahmad Zain (Kyai Genthong) dari Brangsong, Kendal. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjadi pribadi yang gemar berbagi dan tidak bersikap pelit dalam menjalani kehidupan. Beliau menekankan agar setiap muslim tidak pelit kepada diri sendiri dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, tidak pelit kepada orang tua dengan memberikan perhatian, bakti, dan kasih sayang, serta tidak pelit kepada anak dalam memberikan pendidikan, kasih sayang, dan nafkah yang baik.
Selain itu, beliau menjelaskan bahwa baik buruknya manusia tidak diukur dari harta, jabatan, maupun kedudukannya, melainkan dari akhlak, ketakwaan, dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Di akhir tausiyah, Kyai Said Ahmad Zain juga mengingatkan pentingnya menyantuni dan menyayangi anak yatim, karena kepedulian kepada mereka merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam serta menjadi wujud nyata keimanan dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang diikuti seluruh jamaah. Pengajian umum dan santunan anak yatim piatu ini menjadi agenda rutin masyarakat Dusun Pujirejo setiap bulan Muharram. Tingginya partisipasi masyarakat, panitia, dan para donatur menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi kepada anak-anak yatim, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Desa Blorok.
