Nelayan Kendal Ditemukan Meninggal Dunia Tersangkut Propeller Kapal di Perairan Bandengan
KENDAL, ISR – Sebuah insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa terjadi di perairan Laut Bandengan, Kabupaten Kendal, pada Minggu (19/7/2026). Seorang nelayan lokal bernama Abdullah (51), warga RT 001 RW 004 Kelurahan Bandengan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memprihatinkan saat sedang melaut.
​Peristiwa nahas ini bermula ketika korban berangkat melaut seorang diri untuk mencari ikan pada pukul 05.00 WIB. Tak berselang lama, tepatnya saat memasuki kawasan Muara Sungai Kendal sekitar pukul 06.00 WIB, rekan nelayan lain bernama Roslem dan Solekhan melihat kapal korban berada dalam posisi yang tidak wajar. Setelah melakukan pengecekan lebih dekat, saksi mata terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan bagian tubuh yang tersangkut pada propeller atau baling-baling mesin kapal.
​Melihat kondisi tersebut, kedua saksi segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa pulang menuju rumah duka. Pihak tim Inafis Polres Kendal yang tiba di lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan sementara, disimpulkan bahwa korban mengalami kecelakaan kerja yang fatal akibat terkena putaran mesin kapal miliknya sendiri saat sedang beroperasi.
​Pihak keluarga korban telah menerima musibah ini dengan ikhlas sebagai takdir yang tidak terelakkan. Jenazah rencananya akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga sesuai dengan tata cara yang berlaku di lingkungan setempat. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi komunitas nelayan di wilayah Bandengan, Kecamatan Kendal.
​Otoritas setempat mengimbau seluruh nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh perangkat mesin kapal dalam kondisi aman sebelum digunakan. Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja di laut sangat krusial agar risiko insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan. Masyarakat nelayan diharapkan untuk tetap saling memantau satu sama lain saat berada di tengah perairan guna memastikan keselamatan bersama selama mencari nafkah.
