Kronologi Dua Bocah Meninggal di Sungai Bodri
Kendal, ISR – Dua anak di bawah umur berinisial ANP (8) dan ADM (6) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bodri Kendal, Desa Puguh, Kecamatan Pegandon, pada Sabtu (16/5/2026) sekira pukul 15.30 WIB.
âPeristiwa memilukan ini bermula saat paman korban, Ahmad Abidin (41), mencari kedua keponakannya itu sekitar pukul 15.00 WIB. Paman korban berniat mengajak mereka bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Namun, pencarian tersebut justru berujung pada penemuan yang menyayat hati.
âDi tengah pencarian, Ahmad bertemu dengan Muhamad Abdul Aziz (44), warga setempat yang juga menjadi saksi mata. Aziz mengabarkan melihat tubuh anak kecil mengapung di kubangan sungai. Keduanya kemudian bergegas menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban.
âPenemuan Korban di Kubangan Sungai Bodri Kanan
âKedua saksi terkejut saat mendapati tubuh yang mengapung tersebut adalah Afkar dan Alvino. Tanpa membuang waktu, mereka langsung mengevakuasi tubuh kakak beradik itu dari air. Warga setempat segera membawa kedua korban menuju Puskesmas Pegandon untuk mendapatkan pertolongan medis.
âDokter Puskesmas Pegandon langsung melakukan pemeriksaan visum luar saat korban tiba di fasilitas kesehatan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dokter menyatakan kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua bocah tersebut.
â”Dari hasil pemeriksaan visum luar dokter Puskesmas tidak ditemukan luka-luka pada tubuh kedua korban, korban meninggal karena tenggelam,” ujar petugas dalam laporan informasi dari masyarakat.
âKondisi Aliran Sungai dan Sikap Keluarga
âSaksi mata di lokasi kejadian memberikan gambaran mengenai situasi perairan saat peristiwa maut itu terjadi. Aliran sungai sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang tenang dan tidak berarus. Namun, keberadaan cekungan dalam di dasar sungai menjadi titik yang sangat mematikan bagi anak-anak.
â”Sungai Bodri Kanan pada saat kejadian arus sungai tidak mengalir, kubangan tersebut sedalam kurang lebih 2 meter,” ujar saksi menjelaskan kondisi tempat kejadian perkara.
âKeluarga korban kini mencoba mengikhlaskan kepergian kedua putra mereka yang sangat mendadak tersebut. Orang tua korban, Mis Bagus Lutfillah (29), menyatakan tidak ingin memperpanjang proses penyelidikan medis. Pihak keluarga memilih untuk segera memakamkan jenazah kakak beradik itu.
â”Atas kejadian tersebut orang tua korban sudah menerima atas kejadian musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi,” ujar perwakilan pihak kepolisian yang menerima laporan musibah tersebut.
