Kecelakaan Kereta Api di Kendal: Pemuda Sukodono Tewas Tertemper KA Banteng Kargo
KENDAL, ISR — Seorang pemuda bernama Suwanto (29) tewas seketika usai tertemper KA Banteng Kargo 2509 di perlintasan KM 23+8/9 Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, pada Minggu (17/5/2026) sekira pukul 12.43 WIB.
​Peristiwa tragis ini bermula saat masinis Kereta Api (KA) Banteng Kargo 2509, Ruiyat, melihat seorang pejalan kaki berada di area terlarang. Kereta barang tersebut sedang melaju kencang dari arah Semarang menuju Jakarta pada Minggu siang.
​Masinis segera melaporkan insiden kecelakaan kereta api di kendal tersebut melalui radio komunikasi. Petugas PT KAI yang menerima informasi darurat itu langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
​Evakuasi Korban di Jalur Hilir
​”Kami mendapatkan laporan dari masinis kereta Banteng kargo 2509 melalui HT ada orang tertemper KA di km 23+8/9 jalur hilir,” ujar Ghufroni, salah satu pegawai BUMN (PT KAI) yang menjadi saksi mata di lokasi.
​Ghufroni bersama rekannya, Rizal Khoiri Yahya, bergegas menyisir jalur hilir kln (Kaliwungu)-kbd (kalibodri). Mereka menyisir area yang masuk wilayah Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal tersebut.
​Di lokasi tersebut, petugas menemukan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa. “Kami langsung menuju ke km 23+8/9 jalur hilir (Kaliwungu)-kbd (kalibodri) arah Semarang – Jakarta dan menemukan jenazah korban yang sudah meninggal akibat tertemper kereta api di sebelah rel kereta,” ujar Ghufroni menambahkan.
​Olah TKP Tim Inafis Polres Kendal
​Petugas KAI kemudian segera menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Personel Polsek Pegandon bersama Tim Inafis Polres Kendal tiba di lokasi tidak lama setelah menerima laporan. Petugas gabungan langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim medis ambulans 119.
​Polisi berhasil mengidentifikasi korban sebagai Suwanto (29), seorang pelajar/mahasiswa asal Dk. Soingopadu, Kelurahan Sukodono, Kecamatan Kendal Kota. Setelah olah TKP selesai, petugas mengevakuasi jasad korban ke RSUD Soewondo Kendal menggunakan ambulans.
​Pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga yang histeris. Berdasarkan data kepolisian, keluarga korban memberikan keterangan penting terkait kondisi psikologis pemuda tersebut sebelum insiden kecelakaan kereta api di kendal ini terjadi.
​”Keterangan dari keluarga bahwa korban mengalami gangguan jiwa sejak 3 (tiga) tahun terakhir,” ujar petugas dalam laporan resmi kepolisian. Kasus kecelakaan maut ini kini berada dalam penanganan penuh Polsek Pegandon dan Polres Kendal.
