Kader Ansor Jateng Kritik Aksi Banser Bela Gus Yaqut di KPK
Kader Ansor Jateng kritik aksi Banser bela Gus Yaqut di KPK setelah sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka datang ketika Yaqut Cholil Qoumas menjalani proses hukum terkait dugaan korupsi kuota haji.
Kader Ansor Jateng kritik aksi Banser bela Gus Yaqut di KPK karena mereka menilai dukungan itu tidak perlu. Hafi, kader Gerakan Pemuda Ansor di Jawa Tengah, mengatakan pembelaan terhadap tersangka korupsi dapat merusak marwah organisasi yang berada dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama.
“Seharusnya tidak perlu membela tersangka korupsi. Hal itu malah menghilangkan marwah NU,” kata Hafi, Sabtu (14/3/2026).
Hafi mengaku kader di tingkat akar rumput merasa malu melihat aksi tersebut. Ia menilai sebagian anggota Banser tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai moral organisasi.
“Kami kader di grass root jadi malu dengan tingkah laku Banser yang seperti itu,” ujarnya.
Hafi juga menegaskan ajaran agama menuntun umat agar bersikap jujur dalam menyikapi persoalan. Jika seseorang melakukan kesalahan, kader harus berani mengatakan salah. Jika benar, kader juga harus mengatakan benar.
Menurutnya, kasus yang menjerat Yaqut perlu menjadi pengingat bagi kader organisasi yang terjun ke dunia politik. Ia meminta para kader menjaga integritas dan berhati-hati saat memegang jabatan publik.
“Dalam agama dikatakan jika salah katakan salah dan jika benar katakan benar. Ini menjadi pengingat bagi kader yang masuk dunia politik agar berhati-hati,” kata Hafi.
Ia berharap seluruh kader menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar organisasi tetap menjaga kepercayaan masyarakat.
