HUT Pramuka ke-65 Jadi Momentum Penguatan Karakter dan Religiusitas Siswa SMA NU 05 Brangsong

BRANGSONG – Peringatan Hari Pramuka ke-65 di SMA NU 05 Brangsong, Jumat (14/8/2026), dikemas dengan nuansa berbeda. Selain melaksanakan apel HUT Pramuka, keluarga besar sekolah juga mengisinya dengan ziarah, tahlil, dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala SMA NU 05 Brangsong Ana Khoirul Umami, S.S. saat menyampaikan amanat pada apel peringatan HUT Pramuka ke-65, Jumat (14/8/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi di halaman sekolah. Guru dan siswa tampil mengenakan seragam Pramuka lengkap dengan hasduk. Khusus guru dan siswa laki-laki, seluruhnya mengenakan peci sebagai bagian dari ketentuan kegiatan.

Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., dalam amanatnya terlebih dahulu membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka Hari Pramuka ke-65.

Setelah itu, Ana Khoirul Umami menyampaikan pesan khusus kepada peserta apel mengenai pentingnya menghidupkan semangat kepramukaan di sekolah.

Menurutnya, kegiatan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter siswa. Latihan dan aktivitas kepramukaan dapat menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Ia pun mengajak para siswa untuk mengikuti kegiatan Pramuka dengan lebih bersemangat dan disiplin.

“Semangat Pramuka harus terus kita tingkatkan. Melalui Pramuka, siswa belajar disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu bekerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan,” pesannya.

Dari Lapangan Sekolah Menuju Mabarah

Semangat peserta didik mengikuti apel peringatan HUT Pramuka ke-65 di halaman sekolah dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap dan hasduk.

Setelah apel selesai, guru dan siswa tidak langsung kembali ke kelas. Mereka bersama-sama menuju mabarah Simbah KH. Dimyati Rois untuk melaksanakan program Jumat Beraksi “Jumat Pon” yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan diawali dengan tahlil yang dipimpin KH. Muhaimin Anwar, S.Pd. Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama mengikuti pembacaan Maulid Diba’/Berzanji yang dipimpin Ustaz Abdul Azis, S.Pd.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pembelajaran karakter di luar ruang kelas. Para siswa diajak untuk mengenal nilai-nilai religius, menghormati ulama, serta membiasakan diri mengikuti kegiatan keagamaan secara tertib dan khidmat.

Momentum tersebut dinilai semakin bermakna karena peringatan HUT Pramuka tahun ini bertepatan dengan bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid, yang menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Perpaduan antara kegiatan kepramukaan dan keagamaan diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keseimbangan antara kecakapan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan akhlak.

Selama kegiatan, guru dan siswa juga diminta untuk tidak bermain telepon seluler. Peserta membawa kitab Barzanji masing-masing agar dapat mengikuti pembacaan Maulid dengan lebih fokus.

Bagi SMA NU 05 Brangsong, peringatan HUT Pramuka ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai religius kepada peserta didik melalui pengalaman nyata bersama guru dan seluruh warga sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!