Borong Juara Tapi Bohongi Manajer! GIED Esports Meledak: Yang Terluka Adalah Kepercayaan
Tangerang, ISR – Polemik internal mengguncang GIED Esports setelah manajernya, Steve, mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran etika yang dilakukan salah satu pemainnya, T**usa, saat mengikuti turnamen PS4 di Cimahi. Selain membongkar kronologi, manajer juga menunjukkan chat WhatsApp sebagai bukti bahwa terjadi komunikasi tidak transparan antara dirinya dan sang pemain.
Dalam penyampaiannya, Steve, menjelaskan bahwa Tajusa berangkat ke Cimahi sebagai perwakilan resmi GIED. Namun saat tiba di lokasi, Tajusa membuat keputusan sepihak dengan membentuk tim bersama seorang pemain bernama Tama, tanpa izin atau pemberitahuan kepada manajemen.
Setelah turnamen selesai, Tajusa melaporkan bahwa dirinya hanya meraih juara 3. Namun berbagai kejanggalan membuat manajer melakukan pengecekan langsung ke panitia turnamen. Hasilnya, menurut keterangan panitia yang diterima manajer, Tajusa justru memborong sejumlah kategori juara dalam ajang tersebut.
Steve mengaku kecewa karena prestasi itu bukan hanya tidak dilaporkan, tetapi juga ditutup-tutupi. Ia menegaskan bahwa jika Tajusa jujur, tim justru akan memberikan bonus khusus.
Bukti Chat WhatsApp
Sebagai tambahan klarifikasi, manajer GIED menyertakan chat WhatsApp yang menunjukkan adanya komunikasi terkait sejumlah uang yang seharusnya disetorkan atau dilaporkan oleh Tajusa kepada tim.
Dalam percakapan tersebut, Steve terlihat menagih sejumlah uang yang berkaitan dengan laporan turnamen. Sementara Tajusa beberapa kali meminta keringanan waktu, menyampaikan bahwa ia belum siap mengembalikan atau menyelesaikan kewajiban tersebut.
Menurut Steve, chat tersebut memperkuat bahwa ada informasi yang sengaja ditunda atau disembunyikan.
“Yang membuat saya berat bukan masalah uangnya. Yang paling kritis adalah kejujuran dan kepercayaan yang rusak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa GIED dibangun dari modal dan tenaga pribadi, sehingga ia menekankan pentingnya integritas bagi siapa pun yang menjadi bagian dari tim.
Bukan Untuk Menjatuhkan, Tapi Sebagai Pelajaran
Steve menyatakan bahwa pernyataan ini bukan bertujuan mempermalukan siapa pun. Ia hanya ingin memberikan klarifikasi kepada publik dan komunitas esports agar mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya, mengingat GIED merupakan tim yang terus berkembang dan memiliki reputasi di berbagai daerah.
“Ini pelajaran. Komitmen bukan hanya hadir di turnamen. Komunikasi itu kewajiban. Kejujuran itu harga mati,” ujarnya.
GIED Fokus Perbaiki Manajemen Internal
GIED Esports menegaskan akan memperkuat komunikasi internal, sistem pelaporan, dan pengawasan pemain agar kejadian serupa tidak terulang. Tim menyatakan tetap melangkah maju dan berupaya menjaga profesionalisme skena esports tanah air
