Banjir Kaliwungu Tak Kunjung Usai, 3 Biang Masalah Kali Aji Disorot Warga

KENDAL, ISR – Banjir kembali merendam kawasan sekitar Kali Aji, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada malam hari usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Luapan air sungai menggenangi jalan dan permukiman warga, membuat aktivitas lumpuh. Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak kendaraan kesulitan menembus derasnya arus.

Persoalan Klasik: Sampah, Pendangkalan, dan Aktivitas Galian C

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Bagi warga, banjir Kali Aji telah menjadi langganan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Tiga persoalan utama kembali mencuat ke permukaan: kebiasaan membuang sampah ke sungai, pendangkalan Kali Aji, serta aktivitas Galian C di wilayah hulu dan sekitar aliran sungai yang dinilai ikut memperparah kondisi.

“Kalau hujan sebentar saja, air langsung naik. Sungainya sudah penuh sampah, alirannya jadi tersendat,” ujar salah seorang warga.

Tumpukan plastik, limbah rumah tangga, hingga ranting kayu kerap terlihat menyumbat aliran air, mempercepat luapan ke jalan dan rumah penduduk.

Selain sampah, warga menilai aktivitas Galian C turut berkontribusi terhadap pendangkalan sungai. Material tanah dan pasir yang terbawa aliran air saat hujan deras diduga mempercepat sedimentasi, sehingga daya tampung Kali Aji terus berkurang.

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang terus berulang setiap kali banjir melanda: kapan masyarakat benar-benar sadar untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah? Meski edukasi dan imbauan sudah sering disampaikan, di lapangan kebiasaan lama masih sulit diubah.

Menanti Langkah Nyata Pemerintah Daerah

Di sisi lain, warga juga menanti langkah konkret dari pemerintah daerah. Kapan pengerukan Kali Aji akan dilakukan? Menurut warga, tingkat pendangkalan sungai sudah mengkhawatirkan dan membutuhkan normalisasi segera, bukan sekadar wacana atau peninjauan singkat setiap kali banjir terjadi.

“Jangan nunggu viral atau ada korban dulu baru dikeruk. Kalau sungainya dinormalisasi, Galian C diawasi ketat, dan aturan soal sampah ditegakkan, banjir pasti bisa dikurangi,” kata warga lainnya.

Menagih Hasil Peninjauan Bupati

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jadwal pengerukan atau normalisasi Kali Aji. Padahal, beberapa waktu lalu Bupati Kendal bersama Wakil Bupati sempat melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sungai yang kerap meluap saat hujan deras. Kunjungan tersebut sempat menumbuhkan harapan warga akan adanya langkah cepat dan konkret.

Namun hingga kini, harapan itu belum terwujud. Pendangkalan masih terjadi, sampah masih menumpuk, dan aktivitas Galian C dinilai belum tertata maksimal, sementara ancaman banjir terus menghantui warga setiap musim hujan tiba. Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan kelanjutan hasil peninjauan tersebut.

Harapan Aksi Berkelanjutan

Warga berharap, kehadiran pejabat tidak berhenti sebatas dokumentasi dan pernyataan semata, melainkan diikuti aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, termasuk normalisasi sungai, penegakan aturan pengelolaan sampah, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas Galian C, agar Kali Aji kembali berfungsi sebagaimana mestinya, sebagai sungai, bukan sumber bencana bagi warga Kaliwungu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang keras mengambil konten!