Apel Pagi SMP Muhammadiyah Keling Ajak Siswa Introspeksi Diri
Jepara, ISR – Mengawali kembali aktivitas pembelajaran setelah libur panjang, SMP Muhammadiyah Keling menggelar apel pagi bertema muhasabah diri pada Selasa, 6 Januari 2026 M atau bertepatan dengan 17 Rajab 1447 H. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan karakter siswa di awal tahun baru.
Wakil Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Keling, Ida Suryani, yang bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya kembali proses belajar mengajar. Ia mengajak seluruh siswa menyambut tahun 2026 dengan semangat baru, tekad kuat, serta kesiapan untuk terus memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.
“Kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, kesadaran diri, dan kemauan belajar dari pengalaman,” ujar Ida Suryani dalam amanatnya.
Ia menegaskan pentingnya melakukan evaluasi diri atas berbagai kekurangan dan kebiasaan negatif yang mungkin terjadi selama tahun sebelumnya. Menurutnya, muhasabah diri merupakan langkah awal untuk memperbaiki sikap, perbuatan, serta niat agar kualitas diri terus meningkat.
Ida Suryani menjelaskan bahwa muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan, melainkan proses introspeksi yang bertujuan memperbaiki langkah ke depan. “Inti dari muhasabah adalah menghitung amal baik dan buruk, merenungkan kesalahan, lalu memperbaiki diri. Bukan untuk menyesali secara berlebihan, tetapi agar kita menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Evaluasi ibadah, seperti kekhusyukan shalat dan keteguhan iman, menurutnya harus sejalan dengan sikap sosial, seperti saling memaafkan, berbuat baik, serta mengelola waktu dan rezeki dengan bijak.
Lebih lanjut, Ida Suryani menyampaikan bahwa muhasabah diri dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti shalat taubat, dzikir, tafakur, tadabbur alam, serta penetapan niat dan komitmen baru untuk memperbanyak amal saleh. Ia mengingatkan bahwa orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin termasuk golongan yang merugi.
Menutup amanatnya, Ida Suryani mengajak para siswa untuk memperkuat kecintaan kepada Allah SWT, tidak lelah memohon ampunan-Nya, serta tidak menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya kepada manusia. Muhasabah diri, menurutnya, merupakan proses berkelanjutan dalam membentuk insan yang rendah hati, sadar akan kekurangan, dan senantiasa berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. (Kusnitah, Dina Setya Ningsih)
